Sumsel Kembali Raih WTP ke-12, Herman Deru Paparkan Pertanggungjawaban APBD 2025
Konsistensi 12 Tahun: Sumsel Jadi Contoh Tata Kelola Keuangan Nol Pengecualian
Plat Merah – Sumatera Selatan kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-12 kali berturut-turut. Capaian ini menjadi angka terbaik nasional dalam konsistensi audit bebas catatan penting selama 12 tahun. Di era Gubernur Herman Deru, Sumsel kini menjadi salah satu daerah dengan tata kelola keuangan terbaik di Indonesia, mengungguli provinsi-provinsi besar seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Kronologi Konsistensi WTP Sumsel
| Tahun | Capaian | Peringkat Nasional |
|---|---|---|
| 2015 | Memulai tren 12 WTP berturut-turut | 3/34 |
| 2020 | Realisasi APBD 92,3% | 1/34 |
| 2025 | Realisasi APBD 90,43% | 2/34 |
Dinamika Angka: Realisasi APBD yang Menyentuh Target
Dalam paparan Gubernur Herman Deru di Rapat Paripurna XXXVII DPRD Sumsel, kinerja keuangan daerah 2025 menunjukkan angka yang cukup menggembirakan. Sumsel mencatat realisasi pendapatan daerah Rp10,06 triliun atau 90,43% dari target Rp11,12 triliun. Angka ini lebih baik dibanding rata-rata nasional yang 86,7%.
Rincian Realisasi Pendapatan Daerah 2025
| Komponen | Target | Realisasi | Persentase |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Asli Daerah (PAD) | Rp4,83 triliun | Rp4,56 triliun | 94,35% |
| Pendapatan Transfer | Rp6,28 triliun | Rp5,49 triliun | 87,41% |
| Lain-lain Pendapatan Sah | Rp4,06 miliar | Rp4,06 miliar | 100% |
Strategi Pemprov Sumsel: Transparansi untuk Kesejahteraan
“Kita tidak hanya fokus pada angka, tapi juga pada kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat,” tegas Herman Deru. Pemprov Sumsel menerapkan tiga strategi utama:
- Optimalisasi Pendapatan: Melalui pemanfaatan aset daerah, peningkatan PAD dari sektor pariwisata, dan penguatan pengawasan pajak.
- Belanja Prioritas: 60% anggaran dialokasikan untuk pembangunan jalan, pendidikan, dan kesehatan.
- Partisipasi Publik: Sistem e-Planning dan e-Procurement yang terbuka untuk masyarakat.
Implikasi Capaian WTP bagi Masyarakat Sumsel
- Kepercayaan Investor Meningkat: Tahun 2025, investasi asing di Sumsel naik 23% dibanding 2024.
- Penyerapan Anggaran Lebih Efisien: Proyek infrastruktur selesai 15% lebih cepat dari jadwal.
- Indeks Kemiskinan Turun: Dari 12,4% (2024) menjadi 10,8% (2025).
Tantangan di Balik Sukses: Catatan BPK yang Harus Ditindaklanjuti
Walaupun meraih WTP, Herman Deru mengakui ada 3 rekomendasi penting dari BPK yang harus ditindaklanjuti:
- Penyusunan laporan keuangan harus lebih detail mengenai aset daerah yang bergerak.
- Peningkatan koordinasi antar OPD untuk menghindari tumpang tindih anggaran.
- Penguatan sistem pengawasan internal terhadap kontraktor pelaksana proyek.
Perspektif Ekonom: Kinerja Sumsel di Tengah Krisis Global
Dalam wawancara eksklusif dengan Sumselupdate, ekonom dari Universitas Sriwijaya Dr. Rizki Yanti mengatakan, “Keberhasilan Sumsel menunjukkan bahwa tata kelola yang baik bisa diwujudkan meski dalam kondisi krisis. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga momentum pertumbuhan saat harga komoditas global fluktuatif.”
Konsistensi 12 tahun WTP ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pemerintah daerah, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjadikan Sumsel sebagai contoh pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel di era pemerintahan digital.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












