Bupati Rio Komitmen Jaga Pertumbuhan Ekonomi Melalui Investasi
Strategi Pembangunan Ekonomi di Situbondo
Plat Merah – Situbondo, 28 Juni 2026 – Di bawah kepemimpinan Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Kabupaten Situbondo telah mengambil langkah signifikan dalam memperkuat ekonomi daerah melalui peningkatan investasi. Fokus utama pemerintah daerah adalah menciptakan iklim investasi yang sehat, yang tidak hanya menarik investor lokal maupun asing tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Pendekatan Komprehensif untuk Investasi
Bupati Rio menyatakan komitmen untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi para investor. Dalam wawancara eksklusif pada Minggu (28/6), beliau menjelaskan bahwa Situbondo ingin dikenal sebagai destinasi investasi unggulan di Jawa Timur. “Kami berupaya menjadikan Situbondo sebagai brand bisnis yang menarik, tetapi tetap mematuhi aturan, terutama terkait lingkungan,” ujar Bupati Rio.
Capaian Investasi Tahun 2025
| Program | Nilai Investasi (Rp) | Wilayah |
|---|---|---|
| Modernisasi Pabrik Gula Assembagoes | 800.000.000.000 | Kec. Asembagus |
| Pengolahan Rumput Laut | 120.000.000.000 | Desa Klatakan |
| Hotel dan Perbelanjaan | 80.000.000.000 | Kec. Kendit |
Capaian investasi 2025 yang mencapai Rp1 triliun melampaui target awal Rp425 miliar, didorong oleh proyek besar seperti pemodernisasi Pabrik Gula Assembagoes dan sejumlah proyek penanaman modal asing (PMA) di sektor maritim.
Kolaborasi dengan Investor Asing
Dalam rencana dekat, pemerintah daerah akan menggelar pertemuan dengan investor asing untuk mengeksplorasi potensi baru. “Kami memprioritaskan transparansi dan kepatuhan terhadap aturan, karena inilah fondasi utama investasi yang berkelanjutan,” tegas Bupati Rio. Rencana tersebut mencakup pengembangan sektor pariwisata, energi terbarukan, dan pengolahan hasil laut.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan
Bupati Rio juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memantau aktivitas investor. “Laporan warga tentang pelanggaran aturan menjadi bagian tak terpisahkan dari tata kelola kami,” imbuhnya. Mekanisme ini bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Dampak Jangka Panjang
- Meningkatkan lapangan kerja hingga 15.000 tenaga kerja dalam 3 tahun
- Penurunan angka pengangguran daerah dari 5,2% ke 3,7% pada 2026
- Peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) hingga 25% per tahun
Analisis Ekonomi Regional
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jember, Dr. Rina Widyastuti, mengatakan, “Model investasi Situbondo yang menggabungkan sektor pertanian, pariwisata, dan industri memperlihatkan pendekatan holistik. Namun perlu dipantau dampak lingkungan dari proyek skala besar.”
Proyek modernisasi Pabrik Gula Assembagoes, yang akan selesai akhir 2027, diproyeksikan meningkatkan produksi gula nasional hingga 30% dan menurunkan impor. Investasi di sektor pariwisata, khususnya di kawasan pesisir, diharapkan menambah 5% kontribusi PDB daerah pada 2028.
Keberhasilan Bupati Rio membutuhkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan. Dengan pengawasan ketat terhadap aturan lingkungan dan keterbukaan terhadap masukan masyarakat, Situbondo berpotensi menjadi contoh pemerintahan yang visioner dalam mengelola investasi untuk kesejahteraan bersama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







