Faizal Muhlis Serap Aspirasi Warga Saroka, Fokus pada Infrastruktur dan Pemberdayaan Ekonomi
Latar Belakang Reses di Desa Saroka
Plat Merah – Pada Selasa malam, 8 Juli 2026, anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Partai Amanat Nasional (PAN), Faizal Muhlis, mengadakan sesi serap aspirasi (reses) di Desa Saroka, Kecamatan Saronggi. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian penting dari mekanisme demokrasi representatif yang menuntut wakil rakyat untuk berada di lapangan, mendengar langsung keluhan, dan menyalurkan kebutuhan masyarakat ke lembaga legislatif.
Desa Saroka, dengan populasi sekitar 4.200 jiwa, merupakan salah satu wilayah yang selama ini kurang terlayani dalam hal infrastruktur jalan dan sistem irigasi. Mayoritas penduduknya bergantung pada pertanian padi dan jagung, sehingga akses air dan transportasi menjadi faktor penentu kesejahteraan ekonomi. Pada pemilihan legislatif sebelumnya, wilayah ini termasuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Sumenep, yang diwakili oleh Faizal Muhlis sejak periode 2024-2029.
Kronologi Kegiatan Reses
- 18.00 WIB – Persiapan di Balai Desa, penyambutan oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat.
- 18.30 WIB – Pembukaan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang menyampaikan agenda dan harapan warga.
- 18.45 WIB – Sesi aspirasi terbuka, warga menyampaikan usulan melalui forum terbuka dan kotak saran.
- 20.00 WIB – Penyampaian rencana tindak lanjut oleh Faizal Muhlis dan penutupan.
Aspirasi Utama yang Disampaikan
Selama sesi, lebih dari tiga puluh warga menyuarakan kebutuhan mereka. Aspirasi dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori utama:
| Aspirasi | Jumlah Usulan |
|---|---|
| Perbaikan Jalan Desa | 12 |
| Pembangunan Saluran Irigasi | 8 |
| Pusat Pelatihan UMKM | 5 |
| Peningkatan Fasilitas Kesehatan | 4 |
1. Infrastruktur Jalan
Mayoritas jalan desa masih berupa tanah liat yang lumpuh saat musim hujan. Warga menyoroti kebutuhan perbaikan jalan utama yang menghubungkan Saroka dengan pasar tradisional di Saronggi. Tanpa jalan yang layak, distribusi hasil pertanian menjadi mahal dan mengurangi daya saing produk lokal.
2. Saluran Irigasi
Petani mengeluhkan jaringan irigasi yang sudah berumur lebih dari 30 tahun, banyak bocor, dan tidak dapat menyalurkan air secara merata. Aspirasi menekankan pentingnya rehabilitasi kanal utama dan pembangunan bendungan kecil untuk mengoptimalkan penampungan air hujan.
3. Pemberdayaan Ekonomi
Kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengusulkan pendirian pusat pelatihan dan inkubator bisnis. Ide ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, pemasaran digital, dan akses permodalan bagi warga.
4. Pelayanan Publik
Warga menginginkan peningkatan fasilitas kesehatan desa, termasuk penambahan tenaga medis dan peralatan dasar. Hal ini dipandang krusial mengingat jarak jauh ke puskesmas terdekat.
Analisis Dampak Potensial
Jika aspirasi ini diakomodasi, dampaknya akan meluas ke beberapa sektor:
- Ekonomi Lokal: Jalan yang lebih baik dan irigasi yang efisien dapat meningkatkan produktivitas pertanian hingga 20‑30 persen, menurunkan biaya transportasi, dan membuka pasar baru.
- Pembangunan Sumber Daya Manusia: Pusat pelatihan UMKM akan menumbuhkan keterampilan digital, memungkinkan petani dan pengrajin memanfaatkan platform e‑commerce.
- Kesehatan Masyarakat: Fasilitas kesehatan yang memadai akan mengurangi angka kunjungan darurat ke rumah sakit di luar kabupaten, sekaligus meningkatkan harapan hidup.
- Stabilitas Politik: Respons cepat dari wakil rakyat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi legislatif, menurunkan potensi konflik sosial.
Implikasi bagi Pemerintah Kabupaten dan DPRD
Implementasi aspirasi menuntut koordinasi lintas sektor antara DPRD, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan. Faizal Muhlis berjanji akan mengajukan usulan anggaran melalui Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kabupaten serta mengadvokasi alokasi dana APBD khusus untuk Desa Saroka.
Dalam konteks legislatif, usulan tersebut akan dipresentasikan dalam rapat komisi IV DPRD yang membidangi infrastruktur dan pembangunan wilayah. Jika diterima, proyek‑proyek tersebut dapat menjadi contoh model pembangunan berbasis partisipasi warga di seluruh Dapil II.
Strategi Tindak Lanjut yang Ditetapkan
- Inventarisasi detail semua usulan melalui tim teknis desa.
- Penyusunan dokumen teknis (feasibility study) untuk masing‑masing proyek.
- Pengajuan anggaran ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan pemangku kepentingan lain.
- Monitoring dan evaluasi berkala oleh tim wakil rakyat bersama Bupati Sumenep.
Harapan Masyarakat dan Penutup
Warga Saroka menutup acara dengan harapan bahwa aspirasi mereka tidak hanya menjadi catatan semata, melainkan menjadi aksi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya dalam waktu singkat. Mereka menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan antara wakil rakyat dan masyarakat, serta transparansi dalam penggunaan anggaran.
Dengan semangat “reses sebagai momentum mendengar langsung kebutuhan warga”, Faizal Muhlis menegaskan komitmen untuk menjadikan setiap usulan sebagai bahan perjuangan di DPRD Kabupaten Sumenep. Jika sinergi antara legislatif, eksekutif, dan warga dapat terjalin kuat, harapan akan terwujud menjadi infrastruktur yang lebih baik, ekonomi yang lebih produktif, dan pelayanan publik yang lebih optimal bagi seluruh masyarakat Dapil II.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












