Hasto Ungkap Persiapan 2029 Kerja Riil Akar Rumput, Bukan Sekadar Bagi Bansos

Hasto Ungkap Persiapan 2029 Kerja Riil Akar Rumput, Bukan Sekadar Bagi Bansos

PlatMerah.com, Sukabumi – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa persiapan partainya menghadapi Pemilu 2029 tidak mengandalkan pembagian bantuan sosial semata, melainkan memperkuat kerja politik di tingkat akar rumput secara riil. Pernyataan ini disampaikan dalam peringatan Hari ASI Internasional yang digelar di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis, 30 Agustus 2026.

Fokus pada Kerja Politik Akar Rumput

Hasto menjelaskan bahwa PDI Perjuangan berkomitmen membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat melalui edukasi, pengorganisasian, dan pemberdayaan di tingkat bawah. Menurutnya, strategi politik yang lebih efektif adalah turun langsung ke akar rumput, bukan hanya mengandalkan distribusi bantuan sosial sebagai alat politik.

Ia juga mencontohkan sejarah Bung Karno yang sejak muda membangun kekuatan politik melalui pengorganisasian rakyat, dengan mendirikan PNI pada usia 26 tahun sebagai bentuk kerja politik yang nyata.

Peringatan Hari ASI Internasional dan Isu Stunting

Kegiatan peringatan Hari ASI Internasional yang mengangkat tema “ASI Eksklusif Perjuangan Dimulai dari Pelukan Ibu” tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi tumbuh kembang dan kesehatan anak. Peringatan ini dipilih di Kabupaten Sukabumi karena daerah ini memiliki prevalensi stunting cukup tinggi, yaitu 20,5 persen, yang masuk dalam lima besar tertinggi di Jawa Barat.

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, menyatakan bahwa dari setiap 10 bayi yang lahir di Sukabumi, dua di antaranya mengalami stunting. Hasto memberikan solusi sederhana untuk mengatasi masalah ini, yaitu dengan sering bertemu dan memberikan pendidikan kepada ibu-ibu dan pasangan muda agar mereka memahami pentingnya gizi dan perawatan anak sejak dini.

Konteks Historis dan Gizi Lokal

Hasto juga mengaitkan kegiatan ini dengan gagasan kemanusiaan Presiden pertama RI, Soekarno, yang pernah menginisiasi Konferensi Dokter Anak Asia-Afrika dan memperkenalkan konsep kedaulatan pangan berbasis komoditas lokal melalui buku Mustika Rasa. Menurutnya, kekayaan bahan makanan dan tradisi kuliner di Jawa Barat sangat potensial untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat guna mencegah stunting dan meningkatkan kualitas generasi muda.

Pesan dari Megawati Soekarnoputri

Dalam acara tersebut, Hasto menyampaikan salam hangat dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang konsisten membangun peradaban dan kesehatan ibu serta anak. Ia menegaskan pentingnya peran perempuan dalam kemajuan bangsa dengan mengutip Bung Karno bahwa laki-laki dan perempuan bagaikan dua sayap burung yang harus sama kuat agar bangsa ini dapat terbang maju.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup