Iring-iringan Ambulans Antar Bang Jek Sang Relawan ke Peristirahatan Terakhir
PlatMerah.com, Jakarta – Iring-iringan ambulans mengantar jenazah Ahmad Zaki Ali, yang akrab disapa Bang Jek, ke peristirahatan terakhirnya di TPU Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Sabtu sore, 29 Agustus 2026. Bang Jek adalah relawan kemanusiaan dari Yayasan Komunitas Gerak Bareng yang gugur saat menyalurkan bantuan kepada korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kiprah dan Dedikasi Bang Jek sebagai Relawan Kemanusiaan
Ahmad Zaki Ali dikenal aktif dalam berbagai operasi SAR baik di Jakarta maupun wilayah lain. Ia pernah membantu penyaluran bantuan serta operasi penyelamatan, termasuk saat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda NTT pada 15 Agustus 2026. Pada saat bencana, ia bergegas menuju lokasi terdampak di Manggarai Timur untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
Selain itu, Bang Jek juga pernah menyerahkan bantuan sepeda motor kepada guru viral yang menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda kecil demi mengantar anaknya ke sekolah. Ia dikenal sebagai sosok pendiri dan penggerak Yayasan Gerak Bareng yang berfokus pada kegiatan amal kemanusiaan.
Proses Pemakaman yang Menghormati Jasa Bang Jek
Jenazah Ahmad Zaki Ali tiba di Jakarta dari NTT pada Sabtu sore dan langsung diserahkan kepada keluarga. Pemakaman dilakukan dengan upacara penuh penghormatan menjelang magrib di TPU Sukabumi Selatan. Prosesi ini diiringi oleh iring-iringan ambulans dan dihadiri oleh ratusan pelayat dari komunitas SAR se-Jabodetabek dan komunitas ambulans.
Sirine ambulans mengiringi perjalanan jenazah, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh penghargaan atas dedikasi Bang Jek. Menurut akun resmi Kantor SAR Jakarta, kehadiran personel rescue dan komunitas tersebut bukan hanya untuk mengantar jenazah, tetapi juga untuk memberikan penghormatan atas pengabdian Bang Jek dalam dunia kemanusiaan.
Situasi dan Dampak Gempa di Nusa Tenggara Timur
Gempa yang melanda NTT pada 15 Agustus 2026 membawa dampak besar terutama di wilayah Flores dan Manggarai Timur. Gempa dengan magnitudo 7,7 tersebut menyebabkan sedikitnya 83 orang meninggal dunia dan kerusakan signifikan. Pada saat itu, Bang Jek tengah berada di lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan logistik dan membantu operasi SAR.
Dalam unggahan media sosialnya beberapa jam sebelum wafat, Bang Jek mengabarkan kondisi logistik yang menipis dan mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan agar bantuan dapat terus disalurkan kepada korban terdampak. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan doa di tengah situasi darurat bencana.
Warisan Semangat Kemanusiaan Bang Jek
Kepergian Ahmad Zaki Ali meninggalkan duka mendalam di kalangan relawan dan masyarakat luas. Dedikasi dan pengorbanannya menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus melanjutkan perjuangan kemanusiaan. Semangatnya dalam membantu sesama yang terdampak bencana diharapkan dapat terus hidup dan menjadi teladan bagi banyak orang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












