DKP Bengkulu Selatan Gandeng Bank Bengkulu Selenggarakan Pasar Murah Era Gro Rabu, 9 Juli 2026
Latar Belakang Kebijakan Harga Pangan di Bengkulu Selatan
Plat Merah – Pada akhir 2025, provinsi Bengkulu mencatat kenaikan harga bahan pokok yang melampaui angka inflasi nasional. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan menilai bahwa lonjakan harga berpotensi menggerus daya beli masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang masih mengandalkan pertanian subsisten. Untuk menanggulangi hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bengkulu Selatan mulai mengimplementasikan program Pasar Murah Era Gro sejak awal 2026. Program ini merupakan bagian dari strategi lebih luas yang disebut Eceran Rasa Grosir (Era Gro), yakni menjual kebutuhan sehari-hari dalam jumlah eceran namun dengan harga grosir.
Pelaksanaan Pasar Murah di Halaman Bank Bengkulu Cabang Manna
Kerjasama antara DKP Bengkulu Selatan dan Bank Bengkulu Cabang Manna terwujud pada Rabu, 9 Juli 2026. Lokasi dipilih strategis, yaitu di halaman Bank Bengkulu Cabang Manna, Jl. Affan Bachsin, Kota Manna, yang mudah dijangkau oleh warga kota maupun warga pinggiran. Kegiatan ini tidak hanya sekadar penjualan, melainkan sekaligus menjadi forum edukasi bagi konsumen tentang cara mengefisiensikan belanja kebutuhan pokok.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Selatan, Ir. Haroni, menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat: “Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan Pasar Murah ini, sehingga kebutuhan pangan dapat terpenuhi dengan harga di bawah pasar normal.”
Daftar Komoditas dan Harga Spesial
| Komoditas | Harga Pasar Murah | Harga Pasar Umum (Rata‑rata) | Selisih (%) |
|---|---|---|---|
| Beras SPHP (5 kg) | Rp 59.000 | Rp 70.000 | -15,7% |
| Minyak Goreng Kita (1 liter) | Rp 15.700 | Rp 18.200 | -13,7% |
| Gula Pasir (1 kg) | Rp 18.000 | Rp 21.500 | -16,3% |
| Bawang Merah (1 kg) | Rp 36.000 | Rp 44.000 | -18,2% |
| Bawang Putih (1 kg) | Rp 36.000 | Rp 45.000 | -20,0% |
| Telur (1 kg) | Rp 24.000 | Rp 30.000 | -20,0% |
| Tepung Terigu (1 kg) | Rp 12.500 | Rp 15.000 | -16,7% |
| Daging Beku (1 kg) | Rp 85.000 | Rp 100.000 | -15,0% |
| Aneka Frozen (paket 500 g) | Rp 22.000 | Rp 28.000 | -21,4% |
Semua harga di atas sudah termasuk pajak daerah dan biaya transportasi, sehingga konsumen tidak perlu menanggung biaya tambahan.
Kronologi Kegiatan Pasar Murah 9 Juli 2026
- 08.00 – Persiapan lapangan, penataan tenda, dan pemasangan stand produk.
- 09.00 – Pembukaan resmi oleh Ir. Haroni bersama Kepala Cabang Bank Bengkulu Manna, Budi Santoso.
- 09.30 – Demonstrasi cara memilih beras dan minyak yang berkualitas.
- 10.00 – Mulai penjualan komoditas utama dengan harga khusus.
- 12.00 – Sesi tanya jawab mengenai mekanisme subsidi dan cara mengakses program selanjutnya.
- 13.30 – Penutupan sementara untuk evaluasi stok.
- 15.00 – Penutupan resmi dan penyerahan laporan singkat kepada media lokal.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Pasar Murah memberi efek berantai bagi beberapa pihak:
- Masyarakat rumah tangga: Penghematan rata‑rata 15‑20% pada kebutuhan pokok, sehingga ruang anggaran dapat dialokasikan untuk pendidikan atau kesehatan.
- Pedagang lokal: Meskipun ada kekhawatiran persaingan, sebagian pedagang berhasil menjadi pemasok resmi untuk program, meningkatkan volume penjualan.
- Bank Bengkulu: Memperkuat citra sosial dan meningkatkan kepercayaan nasabah, yang berpotensi meningkatkan penempatan kredit usaha mikro.
- Pemerintah Kabupaten: Menunjukkan komitmen nyata dalam menahan inflasi, yang berdampak pada peringkat fiskal daerah.
Data survei sementara yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkulu Selatan menunjukkan penurunan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 0,8 poin pada bulan Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
Tantangan dan Prospek Kedepan
Walaupun keberhasilan Pasar Murah terlihat jelas, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi:
- Ketergantungan pada subsidi dana pemerintah yang bersifat temporer.
- Logistik distribusi ke daerah terpencil masih terbatas, sehingga harga di luar kota Manna belum merasakan penurunan signifikan.
- Potensi penyalahgunaan kuota barang jika tidak ada sistem verifikasi yang ketat.
Untuk mengoptimalkan program, DKP berencana mengintegrasikan teknologi digital berupa aplikasi mobile yang mencatat stok, harga, dan lokasi Pasar Murah selanjutnya. Selain itu, kerja sama dengan koperasi petani lokal diharapkan dapat memperluas jaringan pasokan beras dan sayuran segar.
Harapan Kedepannya
Ir. Haroni menutup acara dengan harapan kuat: “Semoga Pasar Murah ini menjadi agenda rutin, bukan hanya sekali‑dua kali dalam setahun. Kami ingin menciptakan ekosistem pangan yang stabil, sehingga setiap warga Bengkulu Selatan dapat hidup layak tanpa harus tertekan oleh fluktuasi harga.”
Dengan dukungan terus‑menerus dari Bank Bengkulu, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif warga, Pasar Murah Era Gro diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi oleh kabupaten lain di Pulau Sumatra, bahkan nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












