BPOM Dorong Edukasi Keamanan Pangan untuk Penguatan Daya Saing UMKM Riau
Dinamika Perekonomian Riau dan Peran Strategis UMKM
Plat Merah – Provinsi Riau dengan kekayaan sumber daya alamnya, baik pertanian, perikanan, maupun hasil hutan, memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor UMKM. Data Kementerian Koperasi dan UKM 2025 menunjukkan Riau menempati posisi 12 nasional dengan jumlah UMKM mencapai 227.845 unit. Namun, tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha skala kecil ini adalah kurangnya pemahaman mengenai standar keamanan pangan dan legalitas produk. Hal ini terwujud dalam data yang mengungkapkan hanya 32% UMKM Riau memiliki sertifikasi PIRT (Penerbit Izin Usaha Pangan Rumah Tangga) hingga 2025.
Kemitraan Multi-Sektor untuk Edukasi Berkelanjutan
Program edukasi BPOM Pekanbaru tidak dilakukan secara isolasi. Kolaborasi lintas sektor dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Balai Besar Peternakan, dan Lembaga Pendidikan Vokasi menjadi kunci keberhasilan. Dalam 3 tahun terakhir, tercatat 15.200 pelaku usaha telah mengikuti bimbingan teknis keamanan pangan. Berikut data capaian program kolaborasi:
| Tahun | Pelatihan Diselenggarakan | Peserta | Sertifikasi Terbit |
|---|---|---|---|
| 2023 | 82 | 4.200 | 1.150 |
| 2024 | 95 | 5.500 | 1.420 |
| 2025 | 108 | 6.300 | 1.780 |
Proses Legalisasi yang Masih Menjadi Tantangan
Walaupun ada peningkatan kesadaran, proses legalisasi tetap menjadi hambatan. Berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Penelitian Unri tahun 2025, 43% pelaku UMKM mengeluhkan:
- Biaya administrasi yang belum terjangkau
- Kurangnya pemahaman prosedur pengajuan
- Waktu pemrosesan izin yang relatif lama
Untuk menanggapi ini, BPOM Pekanbaru bersama pihak terkait telah merancang penyederhanaan prosedur melalui sistem digitalisasi pendaftaran.
Implikasi Ekonomi dan Sosial
Keberhasilan edukasi keamanan pangan memiliki dampak multidimensi:
- Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal
- Mendorong ekspor produk pangan Riau ke pasar internasional
- Membuka akses ke program bantuan pemerintah yang memiliki syarat sertifikasi
Dalam konteks sosial, ini memperkuat komunitas desa yang bergantung pada usaha pangan tradisional seperti kopi Robusta, kerupuk, dan abon ikan.
Peran Teknologi dalam Transformasi UMKM
BPOM Pekanbaru juga mengembangkan platform digital untuk memantau kepatuhan UMKM. Platform ini memungkinkan:
- Verifikasi status sertifikasi secara real-time
- Fitur pelacakan resep dan bahan baku
- Notifikasi peringatan masa berlaku izin
Inovasi ini sejalan dengan arahan Kementerian Perdagangan RI untuk membangun ekosistem usaha digital yang aman.
Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan inflasi pangan, edukasi keamanan pangan menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan nasional. Kebijakan yang terus diperbaiki dan partisipasi aktif pelaku usaha akan menentukan sejauh mana UMKM Riau mampu bersaing di era pasar yang semakin kompetitif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












