Transformasi Eks Stasiun Relay TVRI Bondowoso Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata

Transformasi Eks Stasiun Relay TVRI Bondowoso Jadi Pusat Ekonomi dan Wisata

Latar Belakang dan Visi Transformasi

Plat Merah – Bondowoso, sebuah kabupaten di Jawa Timur, kini berada di ambang perubahan besar dengan rencana pengembangan eks Stasiun Relay TVRI menjadi kawasan strategis. Aset yang sebelumnya dikelola oleh TVRI ini, setelah diserahkan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso pada 2025, menjadi fokus utama untuk revitalisasi multidimensi. Kawasan seluas 8,5 hektar ini diharapkan tidak hanya menghidupkan ekonomi lokal tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Kronologi Penyerahan dan Status Aset

TahunPeristiwa
2019Pemkab Bondowoso mengajukan permohonan hibah aset ke Pemprov Jatim.
2024Proses hibah aset selesai, termasuk lahan dan bangunan eks TVRI.
2025Penandatanganan hibah resmi dilakukan oleh Bupati Abdul Hamid Wahid.
2026Studi kelayakan dan diskusi publik dimulai untuk memilih model pengembangan.

Potensi Pariwisata dan Sektor Produktif

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menyatakan bahwa kawasan ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi dan agrowisata. Konsep yang diusung mencakup:

  1. Pembangunan museum teknologi siaran dengan rekonstruksi stasiun relay era 80-an.
  2. Kawasan pertanian organik berbasis teknologi IoT untuk menarik minat investor.
  3. Ruangan kreatif bagi UMKM setempat untuk pameran produk unggulan.
  4. Pengembangan jalur hiking dan wisata alam yang terintegrasi dengan lahan Perhutani.

Kolaborasi dengan Perhutani

Adm Perhutani Bondowoso, Misbakhul Munir, memberikan dukungan untuk penggunaan lahan milik Perhutani di sekitar kawasan. Kerja sama ini memungkinkan:

  • Ekspansi kawasan hingga 15 hektar untuk proyek agroforestri.
  • Pengembangan jalur ekowisata berbasis flora dan fauna endemik.
  • Pembangunan pusat pelatihan pertanian berkelanjutan.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Analisis awal menunjukkan bahwa proyek ini bisa menciptakan 500-700 lapangan kerja langsung dan tak langsung. Dampak lain meliputi:

AspekPotensi Tahunan
Omzet UMKMRP 800 juta – 1,2 miliar
Turis Lokal30.000-50.000 orang
Kontribusi PADRP 150 juta – 250 juta

Antisipasi Tantangan

Tim ahli dari Institut Pertanian Bogor dan Universitas Brawijaya telah diminta membantu mengidentifikasi risiko yang mungkin muncul:

  • Perluasan lahan bisa menimbulkan konflik sengketa tanah.
  • Ketergantungan pada investasi swasta jika pendanaan pemerintah tidak mencukupi.
  • Risiko kerusakan lingkungan jika pengelolaan tidak berkelanjutan.

Proses Partisipasi Masyarakat

Pemkab berkomitmen menggelar 5 kali konsultasi publik sebelum finalisasi rencana. Partisipasi warga akan difasilitasi melalui:

FormatJadwalTarget Peserta
Rapat Umum15-20 Agustus 2026100 warga desa terdekat
Survey Online25 Agustus – 5 September 2026500 responden
Focus Group Discussion10 September 202630 pemangku kepentingan

Transformasi ini bukan sekadar pengembangan fisik, tetapi juga upaya membangun identitas baru Bondowoso sebagai kota inovasi. Dengan menggabungkan nilai sejarah teknologi, kearifan lokal, dan ekonomi kreatif, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu ikon regional Jatim yang siap bersaing dengan destinasi sejenis di Bali dan Malang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup