Hari ke-3 Jambore Daerah XI Kontingen Nias Kuatkan Semangat Kebersamaan
Plat Merah – Gunungsitoli, 13 Juli 2026 – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Jambore Daerah XI Sumatera Utara Tahun 2026, Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Nias menunjukkan semangat yang tak surut. Di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, para peserta putra dan putri bersama pembina pendamping mengawali hari dengan ritual rutin yang mengakar dalam budaya kepramukaan.
Kronologi Kegiatan Hari Ketiga
| Waktu | Kegiatan | Tujuan |
|---|---|---|
| 05.00-05.30 WIB | Ibadah Bersama | Menghormati keberagaman dan spiritualitas peserta |
| 06.00-07.00 WIB | Olahraga Pagi | Menjaga kebugaran fisik dan menguatkan komunikasi tim |
| 07.30-08.00 WIB | Apel Pagi | Penyampaian agenda, koordinasi, dan penguatan disiplin |
Ritual pagi ini bukan sekadar formalitas, melainkan sarana penguatan nilai-nilai kepramukaan. Pengamat pendidikan, Dr. Suryadi, mengatakan bahwa “rute pagi seperti ini mencetak kepemimpinan yang humanis dan disiplin tanpa menyiksa”.
Budaya Kepramukaan Nias di Ajang Provinsi
Kontingen Nias terdiri dari 120 peserta putra dan 100 putri, didampingi 30 pembina. Komposisi ini mencerminkan upaya Kwarcab Nias untuk mengoptimalkan partisipasi. Beberapa aktivitas unik yang dikembangkan kontingen mencakup:
- Demonstrasi Tari Tradisional Nias di sesi malam
- Kelas Pemahaman Budaya Lokal di waktu istirahat
- Kolaborasi Desain Poster dengan seni ukiran tangan tradisional
Kepala Kwarcab Nias, Bapak Suharto Gulo, menjelaskan bahwa “kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai pramuka bisa diterapkan dalam konteks budaya lokal yang khas”.
Keterlibatan Pembina dalam Membangun Kekompakan
| Posisi | Jumlah | Tugas Utama |
|---|---|---|
| Pembina Pendamping | 30 orang | Mendampingi peserta sehari-hari |
| Instruktur Khusus | 5 orang | Mengajarkan teknik pemanduan |
| Medis | 3 orang | Menjamin keamanan kesehatan |
Keterlibatan aktif para pembina ini menjadi kunci keberhasilan. Salah satu pembina, Ibu Rina Lumbanbatu, mengakui bahwa “setiap pembina harus bersifat multitasking, dari mengatur logistik hingga menjadi psikolog”.
Implikasi Bagi Pemuda Nias
Event ini memberi dampak ganda. Secara langsung, peserta menyerap keterampilan manajemen waktu, kerja tim, dan penyesuaian diri. Secara tidak langsung, kontingen Nias menjadi ikon budaya daerah yang positif. Dinas Pemuda dan Olahraga Nias mencatat bahwa tingkat partisipasi kepramukaan di daerah ini meningkat 25% sejak tahun 2023.
Kontingen Nias optimistis dapat mempertahankan performa terbaik hingga penutupan acara 15 Juli 2026. Kekompakan yang tercipta hari ketiga ini menjadi fondasi kuat untuk mengejar prestasi di berbagai lomba yang diikuti, termasuk parade baris-berbaris dan keterampilan dasar pramuka.
Kehadiran kontingen Nias di jambore provinsi ini juga menjadi momentum untuk mempromosikan potensi pariwisata daerah. Dengan semangat kebersamaan yang diusung, event ini berpotensi menjadi jembatan antara pembangunan manusia dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Nias.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









