Sukses Kelola Laut Berkelanjutan, Banyuwangi Jadi Tuan Rumah ASEAN-ID Blue

Sukses Kelola Laut Berkelanjutan, Banyuwangi Jadi Tuan Rumah ASEAN-ID Blue

Plat Merah – Banyuwangi, Kabupaten di ujung timur Jawa Timur, kembali memperkuat reputasinya sebagai pusat inovasi pengelolaan sumber daya kelautan. Pada 17-18 Juli 2026, daerah ini akan menjadi tuan rumah forum internasional ASEAN-ID Blue, sebuah inisiatif kolaboratif antara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT). Forum ini bertujuan memperkuat kerja sama antarnegara dalam mengembangkan ekonomi biru yang berkelanjutan, sekaligus memberi pelajaran praktis tentang bagaimana konservasi laut dapat diintegrasikan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Banyuwangi’s Journey to Sustainable Ocean Management

Dipilihnya Banyuwangi tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah dalam memadukan konservasi dengan pemberdayaan ekonomi. Sejak 2019, Banyuwangi telah menerapkan berbagai inisiatif inovatif, termasuk pembentukan kawasan konservasi perairan seluas 12.000 hektar, pelatihan nelayan modern, dan pengembangan UMKM berbasis produk kelautan. Berikut data kinerja Banyuwangi dalam pengelolaan laut:

Indikator20192026
Jumlah Nelayan Terlatih1.2003.500
Luas Kawasan Konservasi8.000 hektar12.000 hektar
Pendapatan Nelayan Rata-RataRP 3,5 juta/bulanRP 7 juta/bulan

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan forum ini merupakan momentum strategis untuk memperluas jejaring kerja sama internasional. "ASEAN-ID Blue bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga wadah untuk menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan bisa dilakukan secara inklusif," ujarnya.

ASEAN-ID Blue: A Global Platform for Blue Economy

Forum ini akan dihadiri 250 delegasi dari 10 negara ASEAN, 5 negara EAS, dan 15 negara Pasifik. Diskusi utama mencakup:

  • Pengembangan ekosistem rantai nilai perikanan
  • Strategi mitigasi dampak perubahan iklim di kawasan pesisir
  • Inovasi teknologi dalam pengelolaan laut
  • Pengembangan koperasi nelayan berbasis digital

Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN, Adhyanti Sardanarini Wirajuda, menyoroti keberhasilan Banyuwangi dalam memadukan sektor perikanan, pariwisata, dan UMKM. "Model Banyuwangi menunjukkan bahwa konservasi laut dan pertumbuhan ekonomi bisa saling melengkapi," katanya.

Key Discussions and Field Visits

Sebagai bagian dari program kunjungan lapangan, delegasi akan mengunjungi:

  • Kawasan konservasi Blue Lab di Pulau Rombang
  • Koperasi Nelayan Tirtayasa
  • Pabrik olahan ikan berbasis energi terbarukan
  • Pantai Bama yang menggabungkan pariwisata dan edukasi lingkungan

The Impact of ASEAN-ID Blue on Banyuwangi and Beyond

Forum ini diharapkan menghasilkan kerja sama konkret, seperti:

  • Investasi internasional dalam pengembangan kawasan ekonomi biru
  • Transfer teknologi pengelolaan laut
  • Pelatihan nelayan di negara mitra
  • Penguatan regulasi internasional terkait konservasi laut

Menurut analisis KKP, keberhasilan Banyuwangi bisa diadaptasi di 8 provinsi Indonesia yang memiliki potensi kelautan tinggi. Modelnya juga telah ditinjau oleh United Nations Development Programme (UNDP) sebagai referensi global.

Looking Ahead: The Future of Blue Economy in Indonesia

ASEAN-ID Blue 2026 tidak hanya menjadi ajang pamer, tetapi juga titik awal untuk memperkuat agenda nasional. Indonesia, dengan garis pantai terpanjang di dunia (81.000 km), memiliki peluang besar dalam ekonomi biru yang diestimasi bernilai US$ 550 miliar per tahun hingga 2030. Namun, tantangan seperti perubahan iklim dan penangkapan ikan ilegal tetap menjadi hambatan yang harus diatasi melalui kolaborasi multi-stakeholder.

Dengan pengalaman Banyuwangi, forum ini berpotensi menjadi jembatan antara kebijakan nasional dan solusi berbasis komunitas. Bagi masyarakat pesisir, ini menjanjikan akses ke pasar global, sementara bagi pemerintah, ini adalah kesempatan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin ekonomi biru di kawasan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup