Pria Diduga Terjatuh ke Sungai Kampar, Tim SAR Gabungan Perketat Operasi Pencarian
Plat Merah – Pagi ini, cuaca panas tidak menghalangi konsentrasi tim SAR gabungan yang terus melakukan pencarian terhadap Rifky (22), pria yang diduga terjatuh ke Sungai Kampar dari Jembatan Rantau Berangin, Kabupaten Kampar. Dua hari pasca-kejadian, operasi pencarian yang melibatkan 32 personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru, Basarnas, dan BPBD Riau masih berlangsung, meski belum ada kepastian terkait kondisi korban.
Kronologi Kejadian
Menurut catatan resmi, kejadian bermula pada pukul 20.30 WIB, Selasa (14/7/2026), ketika warga setempat melaporkan kehilangan Rifky yang terakhir terlihat di sekitar jembatan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, menjelaskan bahwa tim diterjunkan 45 menit setelah laporan diterima.
| Jam | Peristiwa |
|---|---|
| 20.30 WIB | Laporan kehilangan diterima |
| 21.15 WIB | Tim SAR tiba di lokasi |
| 01.00 WIB | Pencarian dihentikan sementara karena kondisi gelap |
| 05.30 WIB | Pencarian dilanjutkan dengan alat pelacak suara |
Risiko Sungai Kampar
Dengan lebar 200 meter dan kedalaman mencapai 10 meter di titik jatuhnya korban, Sungai Kampar tercatat sebagai salah satu sungai paling dinamis di Riau. Data dari Dinas PUPR Riau menunjukkan bahwa arus permukaan mencapai 3 meter/detik di musim hujan. ”Ini tidak hanya risiko fisik, tapi juga psikologis bagi penyelamat,” ujar Heri Wibowo, pelatih SAR dari Basarnas Pekanbaru.
Bentuk Keterlibatan Masyarakat
Menariknya, operasi ini melibatkan 50 sukarelawan dari dusun sekitar. Mereka membantu dengan cara:
- Pengecekan aliran sungai menggunakan drone
- Pengumpulan sampel air untuk mencari jejak korban
- Pemantauan 24 jam di dermaga terdekat
Analisis Teknis Pencarian
Dalam dua hari terakhir, tim telah melakukan:
- 24 jam pemantauan aliran sungai
- Penggunaan 6 perahu karet dengan sonar
- Pemetaan area 3 km sekitar jembatan
Dampak Sosial dan Kritik
Insiden ini memicu kritik terhadap keamanan jembatan. Anggota DPRD Riau, Suryadi, menuntut pemeriksaan menyeluruh terhadap 17 jembatan yang terletak di tepi sungai besar. ”Ini bukan pertama kalinya, tiga tahun lalu ada 4 korban di jembatan yang sama,” tegasnya.
Di sisi lain, keluarga korban berharap operasi pencarian bisa diperpanjang hingga 48 jam lagi. ”Kami sudah siapkan perahu khusus dari Pulau Penyengat untuk membantu tim,” kata pamannya, Rudi (45).
Warga setempat juga mulai proaktif dengan memasang 15 rambu peringatan di tepi sungai. Inisiatif ini terinspirasi dari program serupa di Kecamatan Siak Hulu yang berhasil mengurangi kecelakaan air sebanyak 40% sejak 2023.
Hingga berita ini ditulis, tim SAR masih bekerja di bawah koordinasi pusat operasi sementara yang didirikan di Balai Desa Merangin. Pencarian akan dihentikan sementara jika tidak ada perkembangan baru hingga pukul 06.00 WIB besok.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












