Forum Aksi Sosial Sitenggang Lapa Bangkitkan Semangat Gotong Royong
Pembentukan Forum Sitenggang Lapa: Revitalisasi Nilai Tradisional
Plat Merah – Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, kembali menunjukkan komitmen kuat terhadap pelestarian nilai-nilai sosial budaya lokal melalui inisiatif inovatif. Pembentukan Forum Aksi Sosial Sitenggang Lapa di Kelurahan Parit Antang, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, menjadi terobosan penting dalam memperkuat gotong royong di era modern. Forum ini tidak hanya sekadar wadah koordinasi, tetapi juga perwujudan filosofi Minangkabau yang mengakar dalam sejarah masyarakat setempat.
Sejarah Filosofi Sitenggang Lapa
Nama “Sitenggang Lapa” diambil dari salah satu elemen struktural rumah gadang Minangkabau, yakni bagian atap yang berfungsi sebagai lumbung cadangan pangan. Dalam konteks budaya, bagian ini simbolisasi kepedulian kolektif terhadap kesejahteraan masyarakat. Menurut Lurah Parit Antang Wisnaldi, SE, pilihan nama ini sengaja dilakukan untuk mengingatkan generasi muda akan pentingnya nilai solidaritas.
Komposisi Partisipasi yang Inklusif
Rapat koordinasi pembentukan forum di Aula Kantor Lurah Parit Antang (20/26) menghadirkan 37 lembaga dan tokoh masyarakat. Partisipasi yang meliputi:
- Tokoh masyarakat dan niniak mamak
- Alim ulama dan bundo kanduang
- Bhabinkamtibmas dan Babinsa
- Ketua RT/RW dan LPM
- Pengurus PKK dan kader PSM
- Elemen profesional seperti cadiak pandai
Kehadiran tokoh tradisional bersama pihak pemerintah menunjukkan pendekatan integratif yang akan menjadi kunci kesuksesan forum ini.
Kronologi Pembentukan
| Tanggal | Kegiatan | Capaian |
|---|---|---|
| 20/26 | Rapat koordinasi | Disepakati konsep forum |
| 25/26 | Konsultasi dengan camat | Disiapkan SK legitimasi |
| 30/26 | Sosialisasi program | Pelatihan anggota forum |
Apa yang Akan Dilakukan Forum?
Forum ini akan fokus pada tiga pilar utama:
- Program pangan berkelanjutan: Membentuk lumbung pangan komunitas
- Edukasi sosial: Kajian budaya dan pelatihan soft skill
- Gotong royong fisik: Program gotong royong perumahan dan lingkungan
Dukungan Pemerintah dan Tokoh
Kepala Camat ABTB Hendra Eka Putra menyatakan dukungan penuh dengan mengatakan, “Inovasi ini menunjukkan kepekaan pemerintah kelurahan terhadap kebutuhan masyarakat.” Sementara itu, Ketua TKSK Kecamatan ABTB Deni Calter menilai ini sebagai inovasi pertama di Kota Bukittinggi.
Implikasi dan Dampak
Forum ini memiliki potensi mengubah dinamika sosial di tiga aspek:
- Komunitas yang lebih solid: Penguatan jaringan sosial lintas generasi
- Perekonomian lokal: Pengembangan UMKM berbasis gotong royong
- Budaya adat: Pelestarian tradisi melalui praktik sosial
Komitmen Bersama Membangun Parit Antang
Dalam sesi tanya jawab terakhir, Bundo Kanduang Linda menekankan, “Kita harus menjadi contoh bahwa nilai-nilai lama bisa diterapkan dalam konteks modern.” Dukungan ini menunjukkan bahwa gotong royong bukan sekadar tradisi, tetapi solusi konkret untuk tantangan sosial saat ini.
Sebagai langkah lanjutan, forum akan merancang program pertama dalam 30 hari ke depan, termasuk proyek percontohan lumbung pangan komunitas di RT 5 dan 7. Program ini diharapkan menjadi model gotong royong modern yang bisa ditiru wilayah lain di Sumatera Barat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












