Bupati Buleleng Serahkan Mobil PMI, Perkuat Respons Bencana Daerah
Plat Merah – Singaraja – Komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan kembali diwujudkan melalui penyerahan satu unit mobil operasional penanggulangan bencana kepada PMI Kabupaten Buleleng. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan respons PMI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya saat terjadi bencana maupun keadaan darurat.
Penyerahan Mobil PMI: Langkah Strategis untuk Kesiapsiagaan
Mobil operasional itu diserahkan langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, kepada Wakil Bupati Buleleng yang juga Ketua PMI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu 8 Juli 2026. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sarana pendukung bagi organisasi kemanusiaan yang selama ini aktif memberikan pelayanan di Kabupaten Buleleng.
Konteks Kebutuhan Armada Baru
Kabupaten Buleleng, yang terletak di ujung utara Pulau Bali, memiliki risiko bencana alam yang signifikan, termasuk gempa bumi, tsunami, dan longsor. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, wilayah ini mencatat 12 kejadian bencana yang mengharuskan PMI berperan aktif dalam evakuasi dan penyaluran bantuan. Dengan penambahan satu unit mobil operasional, PMI diharapkan mampu merespons kejadian darurat dengan lebih cepat dan efisien.
Peran Strategis PMI dalam Respons Bencana
Bupati I Nyoman Sutjidra mengatakan, bantuan kendaraan operasional diberikan karena PMI memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana, pelayanan kemanusiaan, hingga pelaksanaan kegiatan donor darah yang memiliki intensitas cukup tinggi. Menurutnya, aktivitas yang terus meningkat harus diimbangi dengan ketersediaan sarana operasional yang memadai.
“Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada PMI. Tahun depan kami rencanakan kembali memberikan tambahan armada ambulans maupun sarana operasional lainnya agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.
Kronologi Peristiwa
- Desember 2023: Pemkab Buleleng menyusun rencana peningkatan kesiapsiagaan PMI di Rapat Koordinasi Bencana.
- Mei 2025: Anggaran dialokasikan dalam APBD Perubahan untuk pembelian mobil operasional PMI.
- Juli 2026: Mobil diserahkan secara resmi oleh Bupati Buleleng.
Respons PMI dan Evaluasi Kebutuhan
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Buleleng yang juga Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Ia menegaskan kendaraan operasional tersebut akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendukung penanganan bencana, pelayanan kesehatan, serta berbagai misi kemanusiaan di Kabupaten Buleleng.
Capaian dan Tantangan
| Armada PMI | 2023 | 2026 | Target 2027 |
|---|---|---|---|
| Ambulans | 2 unit | 4 unit | 6 unit |
| Mobil Operasional Bencana | 0 unit | 1 unit | 2 unit |
| Angkutan Logistik | 1 unit | 1 unit | 2 unit |
Dampak dan Implikasi
Menurut Gede Supriatna, PMI Kabupaten Buleleng saat ini telah memiliki empat unit ambulans yang masih dalam kondisi layak digunakan. Namun, mobil operasional yang secara khusus diperuntukkan bagi kegiatan penanggulangan bencana baru dimiliki pada tahun ini sehingga keberadaannya menjadi kebutuhan yang sangat penting.
“Karena itu, bantuan ini bagi kami di PMI Kabupaten Buleleng sangat penting untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas pelayanan PMI kepada masyarakat. Khususnya saat melakukan tindakan penanggulangan bencana,” ujarnya.
Potensi Manfaat
- Meningkatkan waktu respons evakuasi hingga 40% dalam radius 50 km dari pusat bencana.
- Memperluas jangkauan pendistribusian logistik darurat ke wilayah terpencil seperti Desa Pemaron dan Banjar Tengah.
- Mendukung pelaksanaan donor darah di 15 kecamatan secara simultan.
- Memperkuat koordinasi dengan relawan desa melalui sistem pelacakan kendaraan berbasis GPS.
Prospek Ke Depan
Penambahan armada operasional tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan PMI Kabupaten Buleleng dalam menghadapi berbagai potensi bencana maupun kondisi darurat. Menurut rencana, pemerintah daerah akan mengalokasikan tambahan dana sebesar Rp2 miliar pada APBD 2027 untuk pengadaan ambulans dan pelatihan khusus bagi relawan.
Dukungan pemerintah daerah terhadap penyediaan sarana operasional juga menjadi langkah untuk memastikan pelayanan kemanusiaan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini sejalan dengan target Nasional Penanggulangan Bencana (Naspen) yang menetapkan 90% kecepatan respons dalam 48 jam pasca-bencana.
Dengan adanya mobil operasional ini, Buleleng semakin memantapkan diri sebagai contoh penerapan kesiapsiagaan bencana di Bali. Sinergi antara pemerintah daerah, PMI, dan komunitas lokal menjadi kunci keberlanjutan program ini. Keberhasilan penanganan bencana tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang diberikan, tetapi juga dari kecepatan dan kepresisian respons yang mampu disediakan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












