Pasca Bencana Karhutla, Bupati Pacitan Minta Petugas Bersiaga di Titik Rawan
Plat Merah – RRI.CO.ID, Pacitan – Setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan 10 hektare lahan di Desa Sambong, Kecamatan Pacitan, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengungkapkan kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk mencegah bencana serupa. Dalam konferensi pers di Balai Desa Sambong, Jumat (17/7/2026), Indrata memuji kecepatan warga melapor dan respons cepat petugas gabungan dari Satpol PP Damkar, Yonif TP 934, serta Kodim 0801 Pacitan yang berhasil memadamkan api dalam waktu 3 jam. Namun, langkah antisipasi tak boleh berhenti di situ.
Kronologi Kejadian Karhutla Pacitan
Api muncul sekitar pukul 10.00 WIB tadi pagi, diduga berasal dari korsleting listrik di kawasan padang rumput dekat perbatasan Desa Sambong dan Desa Sukorejo. Angin kencang dan suhu udara yang mencapai 38°C mempercepat penyebaran api. Berikut detail kronologis:
- 10.00 WIB: Warga pertama kali menemukan asap tebal di kawasan padang rumput.
- 10.15 WIB: Warga melaporkan kejadian ke Posko Desa Sambong.
- 10.30 WIB: Tim Damkar Satpol PP tiba di lokasi bersama personel TNI dan Polri.
- 13.30 WIB: Api berhasil dipadamkan setelah melalap 10 hektare lahan dan mengancam dua rumah penduduk.
Analisis Titik Rawan Karhutla di Pacitan
Bupati Indrata menyoroti bahwa Desa Sambong termasuk zona merah karhutla sejak 2018. Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pacitan menunjukkan 70% wilayah kecamatan ini berpotensi tinggi bencana kebakaran selama musim kemarau. Berikut daftar titik rawan yang telah diidentifikasi:
| No. | Nama Lokasi | Titik Rawan | Kelompok Rentan | Langkah Mitigasi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Desa Sambong | Padang rumput di lereng Gunung Pahalangan | 2 rumah, 5 lahan pertanian | Pasang waterboom dan patroli 24 jam |
| 2 | Desa Sukorejo | Hutan milik PT. Sumber Lestari | 3 kampung, 10 hektare perkebunan kelapa sawit | Pasang sensor asap dan pelatihan evakuasi warga |
Langkah Strategis Pemerintah Pacitan
Dalam keterangannya, Bupati Indrata menegaskan akan memperkuat sistem kesiapsiagaan melalui:
- Pengadaan 20 unit hydrant baru di titik rawan
- Pelatihan 500 relawan warga untuk deteksi dini
- Pasang 50 CCTV kebakaran di kawasan hutan
- Penambahan 3 unit mobil damkar ke Desa Sambong
Dampak Bencana Karhutla di Pacitan
Insiden ini menimbulkan dampak multidimensi, baik sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Berikut analisis dampak berdasarkan data sementara:
| Dimensi Dampak | Detail |
|---|---|
| Sosial | 200 warga terpaksa mengungsi, 7 rumah mengalami kerusakan ringan |
| Ekonomi | 15 hektare lahan pertanian hilang, kerugian diperkirakan mencapai Rp 500 juta |
| Lingkungan | 3 spesies satwa liar (kijang, musang, dan cicak hutan) ditemukan mati akibat terpapar asap |
Prospek Rehabilitasi dan Edukasi Masyarakat
Bupati Indrata menegaskan akan mengalokasikan Rp 2 miliar dari APBD 2026 untuk reboisasi lahan terbakar. Proyek reboisasi ini akan melibatkan 500 warga dengan target penanaman 50.000 pohon endemik. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan:
- Kampanye edukasi melalui 5000 pamflet dan 100 spanduk anti-kebakaran
- Pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APA) bagi 1.000 warga
- Penyuluhan rutin di 15 desa rawan terkait manajemen lahan dan mitigasi bencana
Langkah antisipatif ini diharapkan tidak hanya mengurangi risiko karhutla, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Pacitan berupaya membangun sistem ketahanan bencana yang lebih tangguh.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











