Ajax dan Celtic Berebut Bintang Masa Depan: Mitchel Bakker dan Marcos Leonardo Jadi Sorotan
Plat Merah – Ajax Amsterdam kembali menjadi pusat perhatian dalam bursa transfer musim panas 2026. Klub asal Belanda ini tidak hanya berhasil mendatangkan penyerang tajam asal Brasil, Marcos Leonardo, tetapi juga menjadi bagian dari drama transfer bek kiri Mitchel Bakker yang kini dikaitkan dengan Celtic. Kedua pemain ini memiliki latar belakang yang menarik dan bisa menjadi kunci sukses klub masing-masing di musim depan.
Marcos Leonardo, yang sebelumnya bermain untuk Al-Hilal di Arab Saudi, resmi bergabung dengan Ajax dengan biaya transfer mencapai 19 juta euro. Penyerang berusia 23 tahun itu telah menjalani tes medis di De Toekomst dan kini kembali ke Brasil untuk mengurus visa kerja. Ajax menunggu izin kerja tersebut untuk meresmikan transfernya. Leonardo memiliki catatan impresif di Al-Hilal dengan 48 gol dalam 82 pertandingan, dan diharapkan bisa menjadi mesin gol baru bagi Ajax.
Sementara itu, Mitchel Bakker, bek kiri asal Belanda yang pernah bermain untuk Ajax, PSG, Bayer Leverkusen, dan Atalanta, kini menjadi incaran Celtic. Bakker, yang berusia 26 tahun, memiliki pengalaman bermain di bawah asuhan Thomas Tuchel di PSG. Tuchel pernah memuji kemampuannya saat Bakker tampil impresif sebagai pengganti Juan Bernat. Namun, Bakker baru pulih dari cedera ACL yang membuatnya hampir absen semusim penuh. Meski demikian, Celtic melihat potensi besar dalam diri Bakker yang pernah menjadi pemain reguler di PSG dan memenangkan Europa League bersama Atalanta.
Ajax sendiri tengah membangun kembali skuadnya setelah kehilangan beberapa pemain kunci. Selain Leonardo, Ajax juga melepas pemain muda Sean Steur ke Newcastle United. Di sisi lain, Newcastle United yang baru saja melakukan perombakan besar-besaran dengan dana £169 juta dari penjualan Anthony Gordon dan Sandro Tonali, juga mengincar pemain Ajax lainnya. Namun, prioritas utama Newcastle adalah mempertahankan Bruno Guimaraes.
Bagi Celtic, mendatangkan Bakker bisa menjadi solusi di posisi bek kiri yang selama ini menjadi titik lemah. Bakker dikenal sebagai bek sayap yang suka maju membantu serangan, mirip dengan gaya bermain yang diinginkan manajer Celtic. Namun, risiko cedera Bakker menjadi pertimbangan serius. Meski begitu, jika Bakker bisa kembali ke performa terbaiknya, ia bisa menjadi aset berharga.
Persaingan di bursa transfer ini menunjukkan betapa dinamisnya dunia sepak bola. Ajax tetap menjadi salah satu klub yang paling aktif dalam merekrut talenta muda, sementara Celtic berusaha memanfaatkan peluang untuk memperkuat tim. Kedua klub sama-sama berambisi meraih sukses di kompetisi domestik dan Eropa.
Kesimpulannya, transfer Mitchel Bakker dan Marcos Leonardo menjadi bukti bahwa Ajax masih menjadi tempat yang menarik bagi pemain untuk mengembangkan karier. Sementara itu, Celtic menunjukkan keseriusan mereka dengan membidik pemain berpengalaman seperti Bakker. Apakah Bakker akan kembali ke Ajax atau justru memilih petualangan baru di Skotlandia? Hanya waktu yang akan menjawab.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













