Wako Hendri Arnis Serap Aspirasi Warga Koto Katik: Dialog, Rencana, dan Tantangan
Latihan Demokrasi di Lapangan: Audiensi Wako Hendri Arnis dengan Warga Koto Katik
Plat Merah – Pada Selasa malam, 14 Juli 2026, Taman Perkim Lingkar Selatan menjadi saksi pertemuan terbuka antara Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, dan warga Kelurahan Koto Katik. Acara yang dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, lurah, serta ribuan warga ini bertujuan menggali aspirasi langsung dari lapangan sebagai bahan penyusunan prioritas pembangunan daerah.
Konteks Lokal dan Pentingnya Pendekatan Partisipatif
Koto Katik, bagian timur Kota Padang Panjang, dikenal sebagai zona pertanian tradisional dengan sejumlah potensi wisata alam, terutama sungai-sungainya. Namun, selama beberapa tahun terakhir, daerah ini menghadapi masalah infrastruktur, longsor, dan ketidakoptimalan jaringan irigasi yang mengancam mata pencaharian petani.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah kota mengadopsi strategi “dialog langsung” yang menekankan pada keterbukaan informasi, transparansi anggaran, dan responsivitas kebijakan. Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan nasional tentang partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan (Peraturan Pemerintah No. 12/2023).
Kronologi Audiensi
- 18:00 – Pembukaan oleh Camat Padang Panjang Timur, dilanjutkan sambutan singkat Wali Kota Hendri Arnis.
- 18:15 – Penyampaian aspirasi oleh perwakilan RW, fokus pada infrastruktur jalan dan irigasi.
- 18:45 – Diskusi terbuka, warga menyampaikan usulan tambahan: pemasangan PJU, pembangunan jalan usaha tani, dan pengembangan destinasi wisata sungai.
- 19:30 – Penjelasan teknis oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tentang tantangan anggaran.
- 20:00 – Penutup dan komitmen tindak lanjut dari Wali Kota.
Aspirasi Utama Warga Koto Katik
| No | Aspirasi | Status Saat Ini |
|---|---|---|
| 1 | Perbaikan Jalan Lingkar Selatan yang terputus akibat tiga titik longsor | Belum ada anggaran, pending permohonan ke PUPR |
| 2 | Pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan permukiman | Proyek kecil, dipertimbangkan dalam APBD 2027 |
| 3 | Pembangunan jalan usaha tani untuk mempermudah akses pasar | Sedang dalam kajian teknis |
| 4 | Perbaikan jaringan irigasi dan kanal | Koordinasi dengan Dinas Pertanian, tahap perencanaan |
| 5 | Pengembangan destinasi wisata sungai | Masih konseptual, butuh studi kelayakan |
| 6 | Penataan Taman Lingkar Selatan | Rencana desain selesai, menunggu dana |
| 7 | Evaluasi sistem satu arah (one way) di Pasar Pusat | Sudah diuji coba, menunggu keputusan final |
Analisis Dampak dan Implikasi
Dampak Sosial-Ekonomi: Perbaikan jalan dan jaringan irigasi secara langsung meningkatkan produktivitas pertanian, menurunkan biaya transportasi, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani. Pemasangan PJU serta penataan taman meningkatkan rasa aman dan kualitas hidup warga, yang pada gilirannya dapat menurunkan tingkat kejahatan malam hari.
Implikasi Fiskal: Karena belum ada alokasi anggaran khusus untuk penanganan longsor, pemerintah kota berupaya mengamankan dana tambahan melalui Program Pembangunan Infrastruktur Daerah Kementerian PUPR serta mengintegrasikan sebagian proyek ke dalam APBD 2027. Ini menuntut perencanaan ulang prioritas pengeluaran dan potensi pemanfaatan dana bergulir.
Pengaruh Terhadap Pariwisata: Pengembangan destinasi wisata sungai berpotensi menambah pendapatan daerah lewat ekowisata, namun memerlukan penataan lingkungan dan pelatihan pemandu lokal agar tidak menimbulkan dampak negatif pada ekosistem.
Kolaborasi Antar‑Lembaga: Keberhasilan implementasi aspirasi memerlukan sinergi antara Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, serta pihak swasta. Contohnya, pembangunan jalan usaha tani dapat didanai bersama melalui skema Public‑Private Partnership (PPP).
Langkah Konkret Pemerintah Kota
- Menyiapkan proposal teknis untuk tiga titik longsor dan mengajukannya ke Kementerian PUPR paling lambat September 2026.
- Mengintegrasikan program pemasangan PJU dan penataan taman dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
- Melakukan survei kelayakan wisata sungai bersama Universitas Andalas, dengan target rencana bisnis selesai Q1 2027.
- Mengoptimalkan sistem satu arah di Pasar Pusat melalui evaluasi kepadatan lalu lintas dan survei kepuasan pengguna.
- Mengadakan forum tindak lanjut setiap tiga bulan untuk memantau progres dan menyesuaikan prioritas.
Harapan Wali Kota Hendri Arnis
“Dialog langsung seperti ini memberi kami gambaran nyata tentang kebutuhan warga. Setiap usulan yang disampaikan malam ini akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut sesuai kewenangan kami. Kami berkomitmen menyalurkan anggaran yang tepat, baik lewat APBD maupun dukungan pusat, agar pembangunan benar‑benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Hendri Arnis di akhir acara.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dalam memantau pelaksanaan program, sehingga akuntabilitas dapat terjaga.
Penutup
Audisi warga Koto Katik bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis yang menegaskan kembali prinsip tata kelola berbasis kebutuhan lapangan. Jika semua pihak dapat memelihara komitmen ini—pemerintah dengan alokasi anggaran yang realistis, lembaga teknis dengan solusi inovatif, dan masyarakat dengan partisipasi berkelanjutan—maka tantangan infrastruktur, irigasi, dan pengembangan pariwisata akan bertransformasi menjadi peluang pertumbuhan yang inklusif bagi Padang Panjang secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












