Penebangan 35 Pohon di Bandung Soroti Dampak Lingkungan dan Respons Pemerintah
PlatMerah.com, Bandung – Penebangan 35 pohon secara ilegal di sejumlah titik di Kota Bandung, termasuk di Jalan LLRE Martadinata depan lapangan padel SixNine, memicu perhatian serius dari berbagai pihak. Kasus ini menjadi sorotan karena berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengurangi kenyamanan kawasan perkotaan.
Aksi penebangan tersebut dilakukan dalam beberapa bulan terakhir, dengan 10 pohon ditebang di Jalan LLRE Martadinata dan sisanya tersebar di lokasi seperti Jalan Ir H Djuanda (Dago), Cijerah, dan Sawunggaling. Pohon-pohon ini berfungsi penting dalam menjaga kualitas lingkungan, seperti mendinginkan udara, menyerap air hujan, dan mencegah banjir.
Dampak Penebangan Pohon terhadap Lingkungan Bandung
Menurut pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), pohon dan area hijau di Bandung bukan hanya sebagai pemanis kota, tetapi juga sebagai elemen vital dalam sistem ekologis kawasan. Peningkatan lahan terbangun dan berkurangnya vegetasi menyebabkan terjadinya fenomena ‘urban heat island’ atau pulau panas perkotaan, yang meningkatkan suhu di kota.
Selain itu, hilangnya pohon mengurangi kemampuan tanah menyerap air, sehingga meningkatkan risiko genangan dan banjir. Kota Bandung yang berada dalam cekungan juga mengalami dampak lebih besar jika vegetasi terus berkurang, karena aliran air hujan dari wilayah sekitarnya akan menumpuk di area yang lebih rendah.
Respons Pemerintah dan Tindakan Penegakan Hukum
Pemerintah Kota Bandung mulai mengambil langkah dengan menyelidiki kasus penebangan ilegal ini. Petugas Satpol PP telah memasang tanda pembatas dan penyegelan di beberapa lokasi penebangan pohon di Jalan Dago.
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyoroti pentingnya penanganan tegas terhadap penebangan pohon yang diduga terkait dengan kepentingan komersial, seperti pembangunan lapangan padel yang dilengkapi videotron. Eddy menegaskan bahwa kepentingan bisnis tidak boleh mengorbankan lingkungan dan meminta agar penegakan hukum dilakukan secara cepat dan memberikan efek jera, termasuk sanksi administratif dan hukum.
Pentingnya Pelestarian Pohon untuk Ketahanan Kota
Pakar ITB mengingatkan bahwa menanam dan mempertahankan pohon merupakan bagian penting dalam menjaga kenyamanan dan ketahanan lingkungan perkotaan Bandung. Vegetasi memberikan manfaat ekologis yang tidak dapat digantikan oleh bangunan atau beton.
Upaya pelestarian harus menjadi prioritas agar kerusakan lingkungan tidak terus berlanjut dan Bandung tetap menjadi kota yang sejuk dan nyaman untuk dihuni.
Kasus ini membuka perhatian lebih luas tentang perlunya regulasi dan pengawasan yang ketat terhadap pemanfaatan lahan di Bandung, agar pembangunan yang dilakukan tidak merusak lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













