Jagoan Digital Banyuwangi Antar Adam Kandias Raih Juara 3 Dunia

Jagoan Digital Banyuwangi Antar Adam Kandias Raih Juara 3 Dunia

Plat Merah – Banyuwangi kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Program inkubasi talenta digital Jagoan Digital Banyuwangi telah membuktikan diri sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda berprestasi. Kali ini, alumni Jagoan Digital 2023-2024, Adam Kandias (21), berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara 3 Dunia dalam ajang CanSat Competition 2026 yang digelar di Virginia, Amerika Serikat. Capaian ini tidak hanya membanggakan Banyuwangi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa investasi pada pengembangan talenta digital mampu bersaing di level global.

Perjalanan Adam Kandias: Dari Jagoan Digital ke Panggung Dunia

Adam Kandias, yang akrab disapa Dias, merupakan mahasiswa semester empat Program Studi Teknik Komputer di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Ia tergabung dalam tim riset Bamantara EEPISAT yang sukses menembus tiga besar dunia pada kompetisi teknologi satelit mini tersebut. Menurut Dias, salah satu titik awal perjalanan kariernya di bidang teknologi berawal dari keikutsertaannya dalam program Jagoan Digital saat masih menjadi siswa SMKN 1 Banyuwangi.

“Kalau berbicara mengenai perjalanan saya mungkin cukup panjang hingga ke sini. Namun salah satu titik awalnya adalah ketika mengikuti program Jagoan Digital Banyuwangi,” ujar Dias. Dias tercatat sebagai peserta Jagoan Digital angkatan 2023-2024 dengan startup bernama Tambalin. Dari program tersebut, ia kemudian mengikuti Banyuwangi Business Academy yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Banyuwangi. Bekal tersebut mendorong Dias melanjutkan pendidikan di PENS dan aktif dalam berbagai penelitian teknologi. Salah satunya bergabung dengan tim Bamantara EEPISAT yang fokus mengembangkan sistem satelit mini dan teknologi kedirgantaraan.

CanSat Competition 2026: Ajang Bergengsi Antariksa Dunia

CanSat Competition 2026 diselenggarakan oleh American Astronautical Society dengan dukungan NASA. Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi di bidang teknologi antariksa yang diikuti oleh 67 tim dari 21 negara. Tim Bamantara EEPISAT menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil lolos hingga tahap final. Dalam kompetisi tersebut, Dias berperan mengembangkan perangkat lunak Ground Control Station (GCS), sistem komunikasi data, serta riset antena yang mendukung misi satelit mini timnya.

AspekDetail
Nama KompetisiCanSat Competition 2026
PenyelenggaraAmerican Astronautical Society & NASA
LokasiVirginia, Amerika Serikat
Jumlah Peserta67 tim dari 21 negara
Prestasi Tim Bamantara EEPISATJuara 3 Dunia

Kronologi Perjalanan Menuju Juara

Perjalanan Dias dan tim Bamantara EEPISAT tidaklah instan. Berikut kronologi singkatnya:

  • 2023-2024: Dias mengikuti program Jagoan Digital Banyuwangi, mengembangkan startup Tambalin.
  • 2024: Dias mengikuti Banyuwangi Business Academy, kemudian melanjutkan studi di PENS.
  • 2025: Bergabung dengan tim riset Bamantara EEPISAT, mulai mengembangkan sistem satelit mini.
  • 2026: Tim lolos seleksi CanSat Competition, mengikuti final di Virginia, dan meraih Juara 3 Dunia.

Dampak dan Implikasi bagi Banyuwangi dan Indonesia

Keberhasilan Adam Kandias membawa dampak positif yang luas. Bagi Banyuwangi, prestasi ini menjadi bukti nyata efektivitas program Jagoan Digital dalam mencetak talenta global. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku bangga atas capaian Adam. “Selama ini Jagoan Digital telah melahirkan banyak talenta startup dan teknologi. Prestasi yang diraih Adam menunjukkan bahwa anak-anak Banyuwangi mampu bersaing di level dunia jika diberikan ruang dan kesempatan yang tepat,” kata Ipuk, Kamis 18 Juni 2026.

Program Jagoan Digital sendiri merupakan bagian dari ekosistem pengembangan talenta muda Banyuwangi yang fokus pada inovasi teknologi, kewirausahaan digital, dan penguatan kemampuan sumber daya manusia di era digital. Sejumlah alumninya telah diterima bekerja di perusahaan teknologi nasional, seperti Blibli hingga Traveloka. Selain itu, sejumlah peserta juga berhasil meraih prestasi nasional, mulai dari Top 3 Artificial Intelligence Huawei, Top 10 Wirausaha Kemenpora, hingga penerima beasiswa LPDP ke Columbia University.

Di tingkat nasional, prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi besar dan berkarya di bidang teknologi. CanSat Competition yang berfokus pada pengembangan satelit mini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk lebih aktif dalam riset antariksa. Keberhasilan tim Bamantara EEPISAT menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidang kedirgantaraan, meskipun masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan pendanaan.

Penutup: Dari Banyuwangi ke Bintang

“Alhamdulillah seluruh proses tersebut berbuah hasil dengan diraihnya Juara 3 Dunia. Saya bersyukur perjalanan yang dimulai dari ketertarikan pada teknologi, termasuk melalui program Jagoan Digital Banyuwangi, dapat mengantarkan saya mewakili Indonesia di kompetisi internasional,” tutur Dias. Kisah Adam Kandias adalah bukti bahwa dengan dukungan ekosistem yang tepat, anak-anak dari daerah dapat bersaing dan bersinar di panggung dunia. Banyuwangi telah menunjukkan bahwa program pengembangan talenta digital bukan sekadar wacana, melainkan investasi nyata yang membuahkan prestasi gemilang. Kini, giliran generasi muda lainnya untuk terinspirasi dan melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup