Anggota Komisi I Soroti QRIS Bisa Dipakai Deposit Judul Bisa Sasar Anak-anak
PlatMerah.com – Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, menyoroti penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang kini banyak dipakai sebagai metode deposit dalam judi online. Ia mengingatkan bahwa kemudahan transaksi ini justru berpotensi memperluas akses judi online, termasuk kepada anak-anak.
Penggunaan QRIS dalam Transaksi Judi Online
Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), pada triwulan I 2026, frekuensi transaksi deposit judi online melalui QRIS mencapai 88,6 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan metode transfer bank dan dompet elektronik yang hanya 11,4 persen. Selain itu, bandar judi online menawarkan deposit dengan nominal mulai Rp 5.000 melalui QRIS, angka yang sangat kecil dan berisiko menjangkau anak-anak serta masyarakat berpenghasilan rendah.
Risiko dan Dampak Sosial
Junico Siahaan menekankan bahwa deposit nominal kecil ini dapat mendorong masyarakat, termasuk anak-anak, untuk mencoba judi online. Bila dilakukan berkali-kali, pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pokok seperti makan, pendidikan, dan kesehatan bisa tergerus tanpa disadari. Selain itu, data PPATK menunjukkan pada 2025 nilai deposit judi online mencapai Rp 36,01 triliun dengan 12,3 juta orang melakukan deposit melalui berbagai metode pembayaran. Meski nilai perputaran dana judi online menurun sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya, jumlah transaksi justru meningkat lebih dari dua kali lipat, menandakan akses judi online semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kerentanan Ekonomi dan Dampak Keluarga
Data PPATK menunjukkan sekitar 71,6 persen pemain judi online memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta, dan 3,8 juta pemain memiliki pinjaman. Hal ini mengindikasikan tingginya kerentanan ekonomi para pemain dan keluarganya. Junico mengingatkan bahwa judi online bukan hanya masalah pilihan individu, tetapi juga persoalan sosial yang dapat merusak stabilitas keluarga ketika kebutuhan pokok habis dan pemain terpaksa mencari pinjaman untuk menutup kekalahan.
Ancaman Judi Online terhadap Anak-anak
Menurut data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) per 13 Mei 2026, hampir 200 ribu anak Indonesia telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80.000 anak di bawah usia 10 tahun. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena judi online dapat merusak karakter generasi muda dan berdampak jangka panjang terhadap masyarakat.
Upaya Pemerintah dan Rekomendasi Pengawasan
Junico mengapresiasi upaya pemerintah yang telah memblokir 3,7 juta situs dan konten judi online sejak Oktober 2024 hingga Juli 2026. Namun, ia menegaskan bahwa pemblokiran situs saja tidak cukup jika aliran dana dan rekening penampung masih tersedia. Oleh karena itu, ia mendorong koordinasi intensif antara Kementerian Komunikasi dan Digital, PPATK, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Polri, dan industri sistem pembayaran untuk memperketat pengawasan transaksi digital.
- Verifikasi merchant penerima QRIS
- Deteksi transaksi mencurigakan secara real time
- Pertukaran data lintas lembaga yang cepat
- Menindak bandar judi dan pengelola jaringan melalui penelusuran dan perampasan aset
- Memblokir rekening penampung dan menghentikan promosi judi serta pinjaman online ilegal
- Memperkuat literasi keuangan digital bagi masyarakat berpenghasilan rendah, penerima bantuan sosial, anak-anak, pelajar, dan orang tua
Junico juga mengingatkan pengawasan harus menjangkau merchant aggregator, submerchant, payment gateway, hingga rekening dormant yang disalahgunakan. Namun, pengawasan ini harus dilakukan secara terukur agar tidak menghambat penggunaan QRIS untuk transaksi sah.
Kesadaran dan Tindakan Preventif
Junico menegaskan bahwa negara harus hadir sejak dini untuk mencegah kerusakan akibat judi online, sebelum rekening masyarakat terkuras dan keluarga terjerat utang. Yang perlu diputus bukan hanya situs judi, tetapi seluruh aliran dana dan ekosistem kejahatannya agar dampak sosial dan ekonomi dapat ditekan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













