Kupas Tuntas Skema Battery as a Service Polytron G3, Apa Untungnya

Kupas Tuntas Skema Battery as a Service Polytron G3, Apa Untungnya

PlatMerah.com – Skema Battery as a Service (BaaS) yang diperkenalkan Polytron untuk model mobil listrik G3 memberikan alternatif kepemilikan yang lebih ekonomis dan praktis bagi konsumen. Melalui skema ini, harga baterai tidak termasuk dalam biaya pembelian awal kendaraan, melainkan menggunakan sistem langganan bulanan.

Apa Itu Skema Battery as a Service Polytron G3?

Battery as a Service (BaaS) adalah konsep di mana baterai mobil listrik tidak dibeli secara langsung oleh konsumen, tetapi disewa atau dilanggan. Dalam skema Polytron G3, konsumen hanya membayar harga kendaraan tanpa baterai, lalu membayar biaya langganan bulanan untuk penggunaan baterai tersebut.

Pilihan Paket Langganan

  • Paket Economy: Tarif Rp 800 per kilometer dengan minimum 1.500 kilometer per bulan, atau mulai dari Rp 1,2 juta per bulan.
  • Paket Unlimited: Biaya tetap Rp 1,4 juta per bulan tanpa batas jarak tempuh.

Keuntungan Skema BaaS dari Polytron

  • Harga Awal Lebih Terjangkau: Konsumen tidak perlu membayar harga baterai yang biasanya cukup mahal, sehingga harga awal mobil menjadi lebih ekonomis.
  • Performa Baterai Terjaga: Polytron menjamin kondisi dan performa baterai selama masa langganan aktif, sehingga konsumen tidak perlu khawatir penurunan kualitas baterai seiring waktu.
  • Tanggung Jawab Baterai pada Polytron: Selama masa langganan, perawatan dan penggantian baterai menjadi tanggung jawab perusahaan.
  • Program Buyback Guarantee: Polytron menawarkan program pembelian kembali G3 Series hingga 70 persen dari harga pembelian awal setelah masa kepemilikan maksimal tiga tahun dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Harga dan Varian Polytron G3

Polytron G3 dengan skema BaaS dipasarkan dengan harga Rp 329,5 juta OTR Jakarta, sedangkan varian G3 BaaS dibanderol Rp 373,5 juta OTR Jakarta. Selain itu, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Polytron memperkenalkan G3 Special Collaboration, hasil kolaborasi dengan HSR Wheel dan Triple Nine, yang menawarkan fitur dan tampilan lebih eksklusif.

G3 Special Collaboration memiliki ubahan seperti body kit carbon fiber, pelek HSR, warna bodi two-tone, tambahan subwoofer, serta pembaruan fitur sensing. Varian ini dibanderol Rp 373,5 juta untuk skema BaaS dan Rp 505,5 juta untuk skema Buy to Own.

Konsep BaaS dan Dampaknya bagi Konsumen

Dengan skema BaaS, konsumen dapat menikmati mobil listrik tanpa beban biaya besar untuk penggantian baterai. Hal ini menjadi solusi atas kekhawatiran umum mengenai biaya perawatan dan penggantian baterai yang mahal. Skema ini juga mendorong adopsi kendaraan listrik dengan menawarkan kemudahan dan fleksibilitas dalam kepemilikan.

Secara keseluruhan, skema Battery as a Service Polytron G3 memberikan peluang bagi masyarakat untuk beralih ke mobil listrik dengan biaya yang lebih terjangkau dan risiko yang lebih kecil terkait baterai, sehingga mendukung percepatan penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup