Peretas Binance Gunakan Teknik Sosial Engineering Bobol Kripto USD 6,3 Miliar
PlatMerah.com – Peretasan besar yang menargetkan Binance berhasil mencuri aset kripto senilai USD 6,3 miliar atau sekitar Rp 99 triliun dengan memanfaatkan teknik sosial engineering dan malware canggih. Insiden ini melibatkan manipulasi teknisi internal Binance melalui wawancara kerja palsu dan penggunaan alat AI internal perusahaan untuk memperluas akses ke sistem.
Fakta Utama Peretasan Binance
- Peretas melakukan serangan bertahap dengan pendekatan canggih, salah satunya melalui wawancara kerja palsu yang mengelabui teknisi Binance.
- Teknik sosial engineering digunakan untuk mengelabui teknisi agar mengunduh malware yang disamarkan sebagai tugas biasa.
- Malware tersebut menjalankan kode berbahaya dengan teknik penyamaran sehingga tidak terdeteksi oleh sistem keamanan.
- Setelah komputer teknisi pertama terinfeksi, peretas menguasai laptop teknisi lain dan memanfaatkan alat AI internal untuk melancarkan serangan lebih lanjut.
- Akibat insiden ini, Binance membekukan penarikan dana secara global sementara waktu untuk mencegah kerugian lebih besar.
Penjelasan Metode Serangan
Peretas memulai dengan menghubungi teknisi Binance melalui platform pencarian kerja resmi. Mereka mengundang teknisi tersebut ke wawancara kerja palsu yang dilakukan oleh pihak yang mengaku sebagai perwakilan perusahaan. Dalam proses ini, peretas membangun kepercayaan dengan membagikan akun media sosial palsu yang berisi foto pribadi untuk meyakinkan teknisi.
Pada wawancara kedua, teknisi diminta mengunduh sebuah file yang ternyata malware tersembunyi. Malware ini mampu menjalankan kode berbahaya tanpa terdeteksi oleh sistem keamanan internal Binance. Setelah berhasil menginfeksi perangkat teknisi pertama, peretas menggunakan akses tersebut untuk menguasai perangkat teknisi lain dan memanfaatkan alat AI internal perusahaan guna melancarkan serangan lanjutan yang mengarah pada pencurian aset kripto besar-besaran.
Konteks dan Dampak Insiden
Binance adalah bursa kripto terbesar di dunia, sehingga insiden ini menjadi salah satu peretasan terbesar dalam sejarah dunia kripto. Akibatnya, penarikan dana oleh pengguna dibekukan sementara untuk mencegah kerugian lebih luas. Setelah layanan dibuka kembali, banyak pengguna melakukan penarikan aset bernilai miliaran dolar.
Perusahaan menyatakan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi dan berkomitmen melakukan perbaikan keamanan. Binance juga mengumumkan bahwa telah mengambil langkah-langkah tegas termasuk bekerja sama dengan penegak hukum untuk melacak dan membekukan aset yang terdampak. Selain itu, perusahaan telah menyediakan dana lebih dari 100 persen untuk menutup kerugian dan berhasil memulihkan 98 persen aset token yang terpengaruh hingga saat ini.
Langkah Keamanan yang Diperlukan
- Pengguna disarankan meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan phishing dan teknik sosial engineering lainnya.
- Perusahaan kripto perlu memperkuat keamanan internal terutama yang melibatkan akses teknisi ke sistem sensitif.
- Peningkatan edukasi dan verifikasi terhadap proses perekrutan dan komunikasi resmi perusahaan sangat penting untuk mencegah serangan serupa.
Peretasan ini menjadi pengingat pentingnya keamanan siber di industri kripto yang terus berkembang dan rawan terhadap ancaman teknologi canggih.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













