Inggris Sebut Rusia Telah Kehilangan 500.000 Tentara dalam Perang Lawan Ukraina, Ancaman bagi London

Inggris Sebut Rusia Telah Kehilangan 500.000 Tentara dalam Perang Lawan Ukraina, Ancaman bagi London

Plat Merah – Berita mengejutkan dari Inggris pada hari ini bahwa Rusia telah kehilangan 500.000 tentara dalam perang lawan Ukraina. Kepala badan intelijen, siber, dan keamanan Inggris, Anne Keast-Butler, mengklaim bahwa angka tersebut berdasarkan "intelijen baru" yang telah dikumpulkan oleh pihak Inggris. Estimasi ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan media independen Rusia, Mediazona dan Meduza, yang menyebutkan sekitar 352.000 pria Rusia berusia 18-59 tahun yang tewas sejak invasi skala penuh dimulai. Meskipun angka korban berbeda-beda, Mediazona bersama layanan BBC Rusia telah mengonfirmasi identitas 221.206 tentara Rusia yang tewas di Ukraina hingga 22 Mei.

Keast-Butler juga menyampaikan bahwa Rusia kini meningkatkan aktivitas hibrida terhadap Inggris dan negara-negara Eropa. Dalam pidato publik pertamanya sebagai direktur GCHQ, Keast-Butler membahas tantangan intelijen Inggris, termasuk ancaman dari Rusia. Menurutnya, Rusia saat ini menjadi entitas berbahaya bagi London, dan Inggris berada pada momen penting dengan Rusia yang menargetkan infrastruktur penting di seluruh negeri.

Keast-Butler juga menyalahkan Kremlin atas serangkaian rencana spionase di wilayah Inggris. Namun, pernyataan Keast-Butler terkait hal itu sulit dikonfirmasikan kebenarannya. Meski Kyiv dan Moskow secara teratur menerbitkan perkiraan kerugian pihak lain, mereka enggan merinci kerugian mereka sendiri.

Inggris sebut Rusia telah kehilangan 500.000 tentara dalam perang lawan Ukraina, dan Rusia kini meningkatkan aktivitas hibrida terhadap Inggris dan negara-negara Eropa. Dengan demikian, perang antara Rusia dan Ukraina semakin kompleks dan terus berkembang.

Inggris sebut Rusia telah kehilangan 500.000 tentara dalam perang lawan Ukraina, dan Rusia kini meningkatkan aktivitas hibrida terhadap Inggris dan negara-negara Eropa. Dengan demikian, perang antara Rusia dan Ukraina semakin kompleks dan terus berkembang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup