Viral Fenomena Penumpang Gratisan Transjakarta non-BRT Saat Rush Hour
Plat Merah – Fenomena penumpang gratisan di layanan TransJakarta rute Non-BRT menjadi sorotan usai ramai dibahas di media sosial. Seseorang mengeluhkan masih banyak penumpang yang naik dan turun bus tanpa melakukan tap kartu pembayaran, sehingga membuat bus semakin padat dan merugikan penumpang lain yang membayar tarif resmi.
Penumpang yang tidak membayar biasanya memanfaatkan lemahnya pengawasan di armada Non-BRT. Sementara sopir dinilai tidak mungkin mengawasi mesin tap sekaligus fokus mengemudi di tengah lalu lintas Jakarta.
"Banyak banget penumpang yang naik-turun di bus stop tanpa tap in maupun tap out," tulis akun tersebut. Ia mengatakan, praktik tersebut paling terlihat saat jam sibuk maupun di pemberhentian akhir.
Dari situ, ia bisa melihat langsung adanya penumpang yang tertib melakukan tap kartu dan penumpang yang hanya memanfaatkan situasi untuk naik gratis. Akibatnya, bus menjadi lebih penuh dan sesak. Penumpang yang sudah membayar tarif resmi harus tetap berdesakan dengan penumpang yang tidak tercatat dalam sistem.
"Penumpang yang udah bayar jujur terpaksa berdesakan sama orang-orang yang numpang gratis," katanya. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan, Transjakarta terus melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap titik layanan, khususnya pada koridor dan halte layanan Non-BRT dengan volume pelanggan tinggi.
Transjakarta akan melakukan evaluasi sistem ticketing dan memperkuat pengawasan lapangan agar kepatuhan tap in-tap out meningkat serta layanan publik tetap tertib dan akurat. Dengan demikian, penumpang dapat menikmati layanan TransJakarta Non-BRT dengan lebih nyaman dan efisien.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








