Perang di Iran Bukan Cuma Minyak, Ongkos Kirim Kontainer Asia ke AS Naik 109%: Dampak Global yang Meluas

Perang di Iran Bukan Cuma Minyak, Ongkos Kirim Kontainer Asia ke AS Naik 109%: Dampak Global yang Meluas

Plat Merah – Perang di Iran bukan cuma minyak, ongkos kirim kontainer Asia ke AS naik 109% [titlebase] menjadi bukti nyata bahwa konflik geopolitik ini telah mengguncang rantai pasok global jauh melampaui sektor energi. Memasuki hari ke-100 perang AS-Iran pada Senin (8/6/2026), dampaknya terasa hingga ke Asia Tenggara, memicu lonjakan biaya logistik, harga bahan baku, dan tekanan inflasi di berbagai negara.

Menurut data dari platform pengiriman Xeneta, tarif spot untuk kontainer 40 kaki dari Asia ke Pantai Barat AS melonjak 109% sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026. Sementara itu, biaya pengiriman ke Eropa utara naik lebih dari 50%. Lonjakan ini dipicu oleh kombinasi kenaikan harga bahan bakar, kemacetan di pelabuhan-pelabuhan utama Asia Tenggara seperti Singapura dan Port Klang, serta meningkatnya permintaan menjelang musim puncak pengiriman Juli-Agustus. Peter Sand, kepala analis Xeneta, menyatakan bahwa gangguan di pusat transshipment global di Asia Tenggara telah mendorong kenaikan tarif pada rute-rute yang sebenarnya tidak melewati Timur Tengah.

Perang di Iran bukan cuma minyak, ongkos kirim kontainer Asia ke AS naik 109% [titlebase] juga mencerminkan krisis yang lebih dalam: ketidakstabilan harga energi dan bahan baku. Di Malaysia, harga bitumen untuk aspal jalan melonjak 70%, sementara solar naik lebih dari 80%. Kontraktor seperti Sukumar Subrayalu mengeluhkan ketidakstabilan harga yang ekstrem, bukan kekurangan pasokan. Di Indonesia, ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran berpotensi memperburuk inflasi pangan melalui kenaikan harga pupuk, biaya logistik, dan pelemahan rupiah.

Para ahli memperingatkan bahwa meskipun perang berakhir, pemulihan tidak akan instan. CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, mengatakan butuh waktu berbulan-bulan hingga pasar energi kembali seimbang, bahkan bisa hingga 2027 jika penutupan Selat Hormuz berlanjut. Lalu lintas di selat sempit itu masih jauh di bawah normal, meskipun ada gencatan senjata yang rapuh.

Perang di Iran bukan cuma minyak, ongkos kirim kontainer Asia ke AS naik 109% [titlebase] menjadi pengingat bahwa konflik regional dapat memicu efek domino global. Lonjakan tarif pengiriman dan harga energi tidak hanya membebani importir, tetapi juga konsumen akhir. Dengan kekhawatiran harga minyak tetap tinggi hingga paruh kedua 2026, para pengirim barang harus bersiap menghadapi biaya yang terus meningkat.

Kesimpulannya, perang di Iran telah mengubah lanskap perdagangan global secara fundamental. Dampaknya tidak terbatas pada sektor minyak, tetapi meluas ke logistik, konstruksi, pangan, dan industri lainnya. Stabilitas rantai pasok masih jauh dari jangkauan, dan dunia harus bersiap menghadapi periode ketidakpastian yang berkepanjangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup