Motif Sakit Hati di Balik Tragedi Sate Maut Boyolali: Aminah Tewas Usai Makan Sate Beracun Kiriman Menantu

Motif Sakit Hati di Balik Tragedi Sate Maut Boyolali: Aminah Tewas Usai Makan Sate Beracun Kiriman Menantu

Plat MerahBoyolaliMotif sakit hati, alasan menantu racuni ibu mertua di Boyolali, Aminah tewas usai makan sate akhirnya terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan intensif. Peristiwa tragis yang menggemparkan warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali ini bermula pada Senin, 18 Mei 2026, ketika Aminah (57) menerima pesanan sate ayam melalui layanan ojek online. Tanpa curiga, ia menyantap hidangan tersebut, namun sehari kemudian, Selasa (19/5/2026), ia ditemukan tewas di dalam rumahnya dalam posisi terlentang.

Polisi yang melakukan ekshumasi pada Sabtu (30/5/2026) menemukan fakta mengejutkan: sate yang dikonsumsi korban mengandung racun tikus. Hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik Polda Jawa Tengah memastikan bahwa kematian Aminah akibat keracunan. Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra dalam konferensi pers, Senin (8/6/2026), mengumumkan bahwa tersangka adalah menantu korban sendiri, Purwadi Wahyudi (40).

“Tersangka adalah menantu dari almarhum, suami dari putri pertama korban,” ujar Indra. Purwadi ditangkap setelah diperiksa pada Kamis (4/6/2026) dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. Motif sakit hati menjadi latar belakang aksi keji ini. Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Indrawan Wira Saputra menjelaskan, “Motifnya dikarenakan tersangka ini merasa sakit hati, karena sering tidak dianggap. Tersangka ini tidak bekerja, merasa sering dipojokkan dan tidak dianggap oleh almarhumah.”

Untuk melancarkan aksinya, Purwadi menggunakan akun ojek online palsu dengan foto profil dan nama anak kedua korban, yang tak lain adalah adik iparnya sendiri. Ia memesan sate ayam dari sebuah warung tidak jauh dari rumah anak kedua korban, lalu mengirimkannya melalui layanan GoSend pada pukul 18.16 WIB. “Pelaku mengirim sate ayam kepada korban menggunakan jasa Gojek melalui layanan GoSend. Sate itu dibeli tidak jauh dari rumah anak kedua korban. Lalu pelaku menggunakan akun palsu dengan foto profil anak kedua korban,” jelas AKP Indrawan.

Kematian Aminah awalnya dianggap wajar oleh keluarga. Namun, anak kedua korban yang setiap pagi menitipkan anaknya ke rumah sang ibu mulai curiga. Saat datang, ia mendapati lampu rumah masih menyala dan tidak ada respons dari dalam. Warga kemudian membuka paksa pintu dan menemukan Aminah sudah tidak bernyawa. Kakak korban, Widodo (61), mengungkapkan, “Awalnya saya mendapat informasi dari tetangga untuk melihat kondisi adik saya. Saat itu korban ditemukan di dalam rumah dalam posisi terlentang.”

Polisi melakukan penyelidikan dengan metode scientific crime investigation (SCI). Dari hasil autopsi dan pemeriksaan sisa muntahan di baju korban, tusuk sate, serta bangkai ayam yang ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), dipastikan terdapat zat beracun. “Pada tubuh almarhum, kemudian dari beberapa bukti yang diserahkan ke kami, baik itu dari sate dan kemudian dari satu ekor ayam yang juga diketemukan meninggal di sekitaran TKP, itu diketemukan terdapat zat beracun. Sehingga hal tersebut yang mendasari dan menyebabkan almarhum itu meninggal dunia,” tutur Kapolres.

Kasus ini sontak mengingatkan publik pada tragedi sate sianida di Bantul pada April 2021 yang menewaskan seorang bocah. Namun, kali ini korbannya adalah seorang ibu rumah tangga yang tewas di tangan menantunya sendiri. Purwadi terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup karena dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP.

Kesimpulannya, motif sakit hati yang mendasari aksi keji ini menunjukkan betapa dendam dan perasaan terpinggirkan dapat memicu tindakan nekat. Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap makanan yang diterima, terutama jika berasal dari pengirim yang tidak biasa. Kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi dan resolusi konflik dalam keluarga agar tragedi serupa tidak terulang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup