Proyek SPPG Mangkrak, Investor Ngamuk di Kantor BGN: ‘Kita Orang Prabowo Juga’
Plat Merah – Proyek SPPG mangkrak, investor ngamuk di kantor BGN, minta tanggung jawab: Kita orang Prabowo juga [titlebase] menjadi sorotan publik setelah puluhan investor dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 8 Juni 2026. Aksi tersebut dipicu oleh kenyataan pahit: dapur-dapur MBG yang telah dibangun dengan investasi miliaran rupiah belum kunjung beroperasi, sementara pembayaran dari pemerintah tak kunjung cair.
Video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang pria yang diduga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Gizi Indonesia (APGI) 3T, Herwil J Harefa, meluapkan kemarahannya di kantor BGN. “Ini sudah tujuh bulan, kami bangun dapur, tapi tidak ada kepastian. Kami juga orang Prabowo, kami mendukung program ini, tapi jangan diperlakukan seperti ini!” teriaknya dalam video tersebut. Sekretaris Jenderal APGI 3T, Gardian Muhammad, membenarkan kejadian itu dan menyebutnya sebagai reaksi spontan akibat tekanan yang berkepanjangan.
Proyek SPPG mangkrak, investor ngamuk di kantor BGN, minta tanggung jawab: Kita orang Prabowo juga [titlebase] bukanlah sekadar isapan jempol. Data dari APGI 3T menunjukkan terdapat sekitar 1.200 unit dapur MBG di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang telah dibangun dengan total investasi mencapai Rp 1,8 triliun. Masing-masing unit membutuhkan dana sekitar Rp 1,5 miliar. Namun, hingga kini, banyak dapur yang belum beroperasi dan pembayaran dari BGN tak kunjung direalisasikan.
Salah satu investor, Marthen, yang membangun enam unit SPPG di Kecamatan Lumbis, Nunukan, Kalimantan Utara, mengaku sudah berulang kali menagih janji pembayaran. “Akhir 2025 dijanjikan cair awal 2026, ini sudah mau masuk bulan 7, saya belum dapat kepastian,” keluhnya. Ia menambahkan bahwa dirinya terus menerima janji tanpa realisasi.
Pemerintah buka suara. Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, mengakui bahwa Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, sedang fokus melakukan pembenahan total terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Saya sempat berbicara dengan Ibu Nanik. Memang fokusnya adalah pembenahan dan pengelolaan secara menyeluruh, termasuk alokasi dan implementasi tata kelola dapur-dapur MBG,” ujar Qodari di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juni 2026.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman juga angkat bicara. Ia menyatakan bahwa BGN akan menata ulang pelaksanaan MBG, termasuk menyelesaikan polemik terkait investor yang telah mengeluarkan modal. Namun, ia belum bisa memastikan apakah uang investasi akan diganti. “Belum tentu. Saya tidak mengatakan uangnya akan diganti. Karena ini akan ditata ulang, pasti ada langkah konkret dari BGN,” jelas Dudung di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Proyek SPPG mangkrak, investor ngamuk di kantor BGN, minta tanggung jawab: Kita orang Prabowo juga [titlebase] semakin memanas setelah tiga pejabat BGN sebelumnya, yakni eks Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola program MBG oleh Kejaksaan Agung pada 3 Juni 2026. Penangkapan ini menambah kekhawatiran investor bahwa proyek yang telah mereka danai tidak akan pernah terealisasi.
Gardian Muhammad menegaskan bahwa aksi spontan tersebut merupakan puncak dari ketidakpastian yang berkepanjangan. “Kami memahami video itu bisa menimbulkan persepsi negatif, tapi ini adalah reaksi di tengah tekanan. Perubahan kebijakan yang berulang dan ketidakjelasan skema pembiayaan membuat kami frustrasi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan BGN akan menyelesaikan pembenahan dan memulai operasional dapur-dapur MBG. Para investor berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata agar investasi mereka tidak sia-sia dan program MBG dapat berjalan sesuai harapan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










