Abdul Rachman Thaha Sebut Ada Fitnah Terhadap Ketua Umum Partai Demokrat AHY Terkait Kasus di BGN

Abdul Rachman Thaha Sebut Ada Fitnah Terhadap Ketua Umum Partai Demokrat AHY Terkait Kasus di BGN

Plat Merah – PALU – Kader Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Abdul Rachman Thaha, menegaskan bahwa tuduhan yang mengaitkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) adalah fitnah. Dalam pernyataannya, Abdul Rachman Thaha sebut ada fitnah terhadap ketua umum Partai Demokrat AHY terkait kasus di BGN yang disebarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Abdul Rachman Thaha sebut ada fitnah terhadap ketua umum Partai Demokrat AHY terkait kasus di BGN setelah munculnya unggahan yang memuat daftar nama, termasuk AHY, yang diduga terkait dengan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Unggahan tersebut menyebutkan frasa “2 Orang Kolonel usulan AHY” yang langsung dibantah keras oleh Partai Demokrat. “Saya yakin dan percaya sekelas ketua umum Partai Demokrat, seorang AHY, tidak pernah mengurus hal-hal seperti itu,” ujar Abdul Rachman Thaha dalam konferensi pers di Palu, Rabu (10/6).

Isu ini mencuat setelah beredarnya informasi yang mengaitkan AHY dengan kasus dugaan korupsi di BGN. Namun, Abdul Rachman Thaha sebut ada fitnah terhadap ketua umum Partai Demokrat AHY terkait kasus di BGN yang sengaja dihembuskan untuk menjatuhkan citra partai. Ia menegaskan bahwa partainya tidak memiliki kebijakan untuk mengurus program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi sorotan. “Jangan menuduh tanpa bukti dan fakta sehingga jatuhnya fitnah. Saya yakin partai tidak punya kebijakan untuk mengurus MBG, tapi bisa saja oknum anggota, bukan kebijakan partai,” tegasnya.

Abdul Rachman Thaha yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Laskar Merah Putih itu meminta semua pihak untuk tidak ikut menyebarkan berita yang tidak tepat. Ia berharap masyarakat dapat memilah dan memverifikasi informasi agar menerima berita yang sesuai fakta. Partai Demokrat, menurutnya, menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik yang profesional. “Setiap informasi yang beredar harus melalui proses verifikasi yang akurat,” tambahnya.

Nama AHY masuk dalam daftar lebih dari 20 nama yang disebut-sebut oleh mantan Wakil Ketua BGN, Sony Sonjaya, terkait kasus dugaan korupsi di BGN. Namun, Partai Demokrat langsung membantah keras tuduhan tersebut. Abdul Rachman Thaha sebut ada fitnah terhadap ketua umum Partai Demokrat AHY terkait kasus di BGN yang tidak berdasar. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap kritis terhadap informasi yang beredar.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rachman Thaha juga menyoroti pentingnya menjaga nama baik partai dan pemimpinnya. Ia menegaskan bahwa AHY adalah sosok yang bersih dan tidak pernah terlibat dalam praktik korupsi. “Kami akan mengambil langkah hukum jika diperlukan untuk membela kehormatan partai dan ketua umum,” ujarnya.

Kasus dugaan korupsi di BGN sendiri masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Sementara itu, publik diimbau untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap. Partai Demokrat berkomitmen untuk mendukung proses hukum yang transparan dan adil.

Dengan adanya pernyataan tegas dari Abdul Rachman Thaha, diharapkan isu fitnah ini tidak semakin meluas dan masyarakat dapat memahami bahwa tuduhan terhadap AHY hanyalah upaya untuk mencoreng nama baik partai. Partai Demokrat terus mengajak semua pihak untuk bersikap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup