PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Kuasai 1,48% Saham Prodia (PRDA) Jelang IPO Anak Usaha
Plat Merah – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, tercatat sebagai pemegang saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sebesar 1,48% per Mei 2026. Kepemilikan ini terungkap di tengah persiapan anak usaha Prodia, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2026.
Berdasarkan data pemegang saham di atas 1% yang diterbitkan BEI, TPIA menggenggam 13,89 juta lembar saham PRDA. Saham tersebut baru diakuisisi pada April 2026, menandai ekspansi Grup Prajogo ke sektor kesehatan.
PRDL sendiri merupakan perusahaan alat kesehatan yang fokus pada produk in vitro diagnostics (IVD). Dalam IPO-nya, PRDL menawarkan maksimal 522,9 juta saham baru atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor, dengan harga penawaran Rp100–Rp120 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp62,74 miliar.
Struktur kepemilikan PRDL saat ini terdiri dari PT Prodia Utama (51%), PT Prodia Widyahusada Tbk atau PRDA (39%), dan Diasys Diagnostic Systems GmbH (10%). Setelah IPO, kepemilikan Prodia Utama akan berkurang menjadi 35,70%.
Kehadiran TPIA di PRDA menambah daya tarik IPO PRDL. Apalagi, PRDL telah memiliki pengalaman dalam pengadaan pemerintah, seperti memenangkan tender reagen profil lipid senilai Rp90 miliar pada 2023 dan pengadaan skrining penyakit kardiovaskular pada 2025. Perusahaan juga telah melayani lebih dari 7.600 pelanggan, terdiri dari rumah sakit, puskesmas, dan laboratorium klinik.
IPO PRDL akan dijamin oleh PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Jadwal bookbuilding berlangsung pada 18–23 Juni 2026, dengan target efektif 29 Juni 2026, penawaran umum 1–7 Juli 2026, dan listing di BEI pada 9 Juli 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










