PLN Situbondo Berikan Listrik Gratis untuk 81 Rumah di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo
Plat Merah – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Situbondo menunjukkan komitmen kuatnya terhadap pemerataan akses energi melalui program sosial terbarunya. Pada Kamis, 18 Juni 2026, perusahaan BUMN ini berhasil menyambungkan listrik gratis ke 81 rumah penduduk Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Latar Belakang: Kesulitan Akses Energi di Lembaga Pendidikan Agama
Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di wilayah Timur Jawa. Dengan lebih dari 2.000 santri dan ratusan tenaga pengajar, pesantren ini menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan karakter generasi muda. Namun, sebagian besar rumah penduduk di lingkungan pesantren, khususnya para umanak (pengabdi pesantren) dan guru, selama ini menghadapi kesulitan akses listrik yang layak.
“Selama ini, banyak dari mereka menggunakan sumber energi alternatif seperti genset atau minyak tanah, yang tidak hanya mahal tetapi juga tidak ramah lingkungan,” kata Teguh Budi Oktavianto, Manager PLN UP3 Situbondo. Program Light Up The Dream yang dijalankan PLN diharapkan dapat memperbaiki kondisi ini.
Program Light Up The Dream: Strategi PLN untuk Pemerataan Energi
Program ini merupakan bagian dari inisiatif PLN untuk meningkatkan akses energi bagi masyarakat rentan. Dengan dukungan dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, yang merupakan lembaga filantropi perusahaan, 81 rumah mendapatkan pemasangan listrik dengan kapasitas 900 VA. Selain itu, 20 paket sembako juga disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan para pengajar dan pengabdi pesantren.
| Detail Program | Spesifikasi |
|---|---|
| Jumlah Rumah | 81 rumah |
| Kapasitas Listrik | 900 VA per rumah |
| Sumber Dana | YBM PLN |
| Bantuan Tambahan | 20 paket sembako |
Penerima Manfaat dan Reaksi Positif
Salah satu penerima manfaat, Ustadz Basuki, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Penerangan listrik sangat berarti bagi kami. Ini memudahkan belajar malam hari dan menjaga kesehatan keluarga,” katanya. Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, juga memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif PLN ini.
- Ulfiyah: “Listrik adalah kebutuhan dasar yang mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.”
- Teguh Budi: “Kami ingin memberikan manfaat nyata melalui Light Up The Dream.”
Kronologi Kegiatan
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 10.00 WIB | Acara pembukaan |
| 10.30 WIB | Pemasangan listrik dimulai |
| 12.00 WIB | Penyerahan sembako |
| 13.00 WIB | Diskusi tentang kendaraan listrik |
Implikasi Sosial dan Ekonomi
Program ini memiliki dampak signifikan di berbagai bidang:
- Pendidikan: Akses listrik memungkinkan santri dan guru belajar lebih efisien, terutama di malam hari.
- Kesehatan: Pengurangan penggunaan minyak tanah mengurangi polusi dalam rumah.
- Ekonomi: Biaya listrik gratis meringankan beban ekonomi keluarga.
- Lingkungan: Penurunan emisi dari genset dan minyak tanah.
Menurut data Kementerian ESDM, hingga 2025, lebih dari 80% wilayah pedesaan di Indonesia sudah memiliki akses listrik. Namun, program seperti ini tetap penting untuk memastikan pemerataan akses energi bagi kelompok yang rentan atau terisolasi.
Kolaborasi dan Dukungan Pemerintah
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Wakil Bupati Situbondo, Kepala Bagian Perencanaan Kecamatan Banyuputih, Kapolsek Banyuputih, dan Danramil setempat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat dari pemerintah daerah terhadap program sosial perusahaan.
Langkah Lanjutan dan Target
PLN berencana mereplikasi program ini di wilayah lain. “Kami ingin memperluas cakupan Light Up The Dream, terutama di daerah-daerah yang masih membutuhkan akses energi,” kata Teguh. Selain itu, PLN juga memperkenalkan kendaraan listrik kepada peserta acara, termasuk Wakil Bupati Ulfiyah yang melakukan uji coba.
Langkah ini selaras dengan kebijakan pemerintah untuk mempercepat transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Kehadiran listrik yang andal di pesantren-pesantren seperti Salafiyah Syafiiyah Sukorejo bukan hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







