Ilmuwan Temukan Wabah Pes Tertua di Dunia, Terjadi 5.500 Tahun Lalu

Ilmuwan Temukan Wabah Pes Tertua di Dunia, Terjadi 5.500 Tahun Lalu

Plat Merah – Siberia – Penelitian terbaru mengungkap kisah mengejutkan tentang wabah pes tertua di dunia yang terjadi sekitar 5.500 tahun lalu di kawasan Danau Baikal, Siberia. Temuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, mengubah pemahaman ilmuwan tentang sejarah penyakit mematikan ini, terutama dalam konteks komunitas pemburu-peramu prasejarah.

Metodologi Penelitian dan Temuan Utama

Penelitian ini melibatkan analisis DNA kuno dari 46 kerangka manusia yang ditemukan di empat lokasi pemakaman di Siberia. Dari 46 individu tersebut, jejak bakteri Yersinia pestis ditemukan pada 18 individu, sebagian besar anak-anak dan remaja. Dr. Ruairidh Macleod, penulis utama penelitian dari Universitas Oxford, menyatakan bahwa temuan ini “sangat mengejutkan” karena menunjukkan bahwa wabah besar dapat terjadi bahkan dalam kelompok manusia yang hidup berpindah-pindah.

Total Kerangka Dianalisis Individu dengan Jejak Yersinia pestis Rata-Rata Usia Korban
46 18 12-15 tahun

Penyebab dan Penyebaran Wabah

Para peneliti menduga wabah bermula dari marmot liar yang diburu masyarakat setempat. Bakteri Yersinia pestis kemungkinan menyebar melalui percikan pernapasan saat batuk atau kontak dekat dalam keluarga. Bukti tambahan ditemukan dalam bentuk makam-makam yang berisi anggota keluarga yang meninggal hampir bersamaan. Salah satu contoh mencakup tiga anak perempuan dengan hubungan kekerabatan dekat, yang mengindikasikan kematian massal akibat penyakit menular.

Implikasi Ilmiah dan Sejarah

  • Perubahan pandangan tentang kemungkinan wabah besar terjadi sebelum masa pertanian.
  • Strain bakteri yang ditemukan berada pada tahap awal evolusi, berbeda dari strain Black Death abad ke-14.
  • Menantang teori bahwa epidemi besar hanya muncul setelah manusia hidup menetap dalam komunitas padat.

Komentar Ahli

Prof. Eske Willerslev dari Universitas Kopenhagen menilai temuan ini “mengubah secara mendasar pemahaman kita tentang asal-usul patogen paling penting dalam sejarah manusia.” Ia menambahkan bahwa strain bakteri ini sudah mampu menyebabkan penyakit parah tetapi belum memiliki karakteristik penuh dari pandemi berikutnya.

Kronologi Perkembangan Wabah

1. **5.500 tahun lalu**: Wabah pes muncul di komunitas pemburu-peramu Siberia.
2. **Abad ke-14**: Black Death menewaskan jutaan orang di Eropa.
3. **Abad ke-20**: Penyakit pes menjadi lebih jarang setelah pengembangan antibiotik.

Dampak Sosial dan Kemanusiaan

Dr. Macleod menyentuh aspek kemanusiaan dari penelitian ini: “Ada orang-orang yang menguburkan mereka, orang-orang yang mengenal siapa mereka semasa hidupnya.” Temuan ini tidak hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga mengingatkan kita bahwa penyakit mematikan telah menjadi bagian dari sejarah manusia sejak ribuan tahun lalu.

Kaitan dengan Pandemi Modern

Penyakit pes, yang menjadi pandemi paling mematikan dalam sejarah, kini dapat diobati dengan antibiotik. Namun, bakteri Yersinia pestis masih ditemukan di wilayah-wilayah tertentu. Studi ini membuka wawasan baru tentang evolusi patogen dan pentingnya pemantauan kesehatan global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup