Puskeswan Tamanan Raih Juara Umum Kontes Ternak Bondowoso 2026, Mengukir Prestasi bagi Peternak Lokal
Latar Belakang Kontes Ternak dan Peran Puskeswan Tamanan
Plat Merah – Setiap tahun Kabupaten Bondowoso menyelenggarakan Expo Peternakan dan Kontes Ternak (Exponak) sebagai bagian dari rangkaian Festival Muharram. Edisi 2026 menjadi sorotan utama karena melibatkan lima Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) sekaligus menampilkan 48 eksemplar ternak terbaik yang lolos seleksi dari 127 kandidat. Di antara peserta, Puskeswan Tamanan berhasil menjuarai semua empat kategori utama, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitas pembinaan peternakan di wilayah Tamanan.
Rangkaian Acara dan Kronologi Penetapan Pemenang
- 22 Juni 2026: Seleksi awal di masing‑masing Puskeswan (Cermee, Tapen, Pujer, Tamanan, Curahdami) menilai 127 ternak berdasarkan standar kesehatan, konformasi, dan produktivitas.
- 24 Juni 2026: Babak final di Balai Pertemuan Bondowoso. Tiga juri – Dr. Ir. Nur Widodo, Ir. Erfan Kustiawan, drh. Hari Gunadi – menilai 48 ternak selama dua sesi.
- 24 Juni 2026 (pukul 15.00 WIB): Pengumuman pemenang Juara Umum oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso, Hendri Widotono.
- 24 Juni 2026: Penyerahan trofi, penghargaan, serta sesi foto bersama para peternak dan pejabat daerah.
- 25 Juni 2026: Publikasi resmi hasil kontes oleh Dinas Peternakan, diikuti liputan media nasional.
Daftar Pemenang per Kategori
| Kategori | Juara I | Nilai | Juara II | Nilai | Juara III | Nilai |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Pedet Betina | Darmo (P. Yono) – Desa Tamanan | 1.428 | Tayyib P. Kus – Desa Karanganyar | 1.244 | Mursid – Desa Sumberanyar | 1.148 |
| Pedet Jantan | Junaidi – Desa Tegaljati | 1.356 | Pak Putri (Sariye) – Desa Kemuningan | 1.336 | Khofidal Ahkam – Desa Dawuhan | 1.332 |
| Sapi Calon Kereman | Erik Setyawan – Desa Tapen | 1.256 | Sapik Udin – Desa Wonosuko | 1.148 | Supandi – Desa Taman | 1.140 |
| Sapi Kereman | H. Yunus – Desa Sumberkemuning | 1.448 | Erik Setyawan – Desa Tapen | 1.420 | Asmar (P. Fat) – Desa Grujugan Kidul | 1.232 |
Analisis Kualitas Ternak Puskeswan Tamanan
Keberhasilan Puskeswan Tamanan bukan kebetulan. Sejak 2020, puskeswan ini melakukan revitalisasi program pembibitan dengan mengadopsi standar genetik unggul serta memperkuat kerjasama dengan Universitas Brawijaya untuk program artificial insemination. Hasilnya, pedet betina yang dipilih menampilkan rasio konversi pakan (KPK) 12,5% lebih baik daripada rata‑rata provinsi, sementara sapi kereman mencapai bobot hidup 520 kg pada usia 24 bulan, melampaui target 480 kg.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat Bondur
- Peningkatan Pendapatan Peternak – Peternak yang berhasil menembus final mendapatkan bonus langsung dari Dinas (Rp 5 juta) serta akses pasar premium di Surabaya dan Malang.
- Penggerakan UMKM – Lebih dari 30 usaha mikro kecil menengah (UMKM) menyediakan pakan, peralatan kandang, dan layanan kesehatan hewan selama persiapan Exponak.
- Peningkatan Kapasitas SDM – Pelatihan teknik reproduksi, manajemen kebersihan, dan pencatatan digital yang diadakan oleh Puskeswan Tamanan melibatkan 120 peternak lokal.
- Promosi Pariwisata Agro – Kontes menarik wisatawan edukatif, memperluas citra Bondowoso sebagai destinasi pertanian berkelanjutan.
Implikasi Kebijakan dan Langkah Selanjutnya
Keberhasilan ini menjadi bahan pertimbangan Bupati Bondowoso untuk menambah alokasi anggaran pada program pembibitan unggulan. Rencana selanjutnya mencakup:
- Pengadaan bioteknologi modern (cryopreservation sel sperma) di Puskeswan Tamanan.
- Pengembangan jaringan pasar online bagi peternak kecil, memanfaatkan platform e‑commerce daerah.
- Peningkatan kerjasama lintas‑puskeswan untuk lomba best farm management pada Exponak 2027.
Para juri, khususnya Dr. Ir. Nur Widodo, menekankan pentingnya konsistensi pencatatan data kesehatan ternak. “Tanpa data yang akurat, penilaian hanya bersifat subyektif,” ujarnya dalam konferensi pers.
Suara Peternak dan Harapan Masa Depan
“Saya bangga ternak saya dinobatkan juara, tetapi lebih penting lagi, pengetahuan yang kami dapat selama proses pelatihan,” kata Darmo, juara I Pedet Betina. Junaidi, juara I Pedet Jantan, menambahkan bahwa prestasi ini membuka pintu ekspor ke pasar Jawa Tengah yang selama ini sulit dijangkau.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta, Puskeswan Tamanan berpotensi menjadi pusat inovasi peternakan di Jawa Timur. Keberhasilan 2026 menjadi batu loncatan untuk memperkuat ketahanan pangan regional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak kecil.
Seiring eksposur media yang semakin luas, ekspektasi masyarakat terhadap standar kualitas ternak akan terus meningkat. Jika tren ini berlanjut, Bondowoso dapat menjadi contoh model integrasi layanan kesehatan hewan, pembibitan unggulan, dan pemberdayaan ekonomi lokal yang dapat direplikasi di kabupaten lain.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










