Polres Lumajang Amankan Penyambutan Air Suci di Senduro: Sinergi Aparat Jamin Keamanan Upacara Piodalan Tahunan
Latar Belakang Upacara Piodalan di Pura Mandara Giri
Plat Merah – Pura Mandara Giri Semeru Agung di Desa Senduro, Kabupaten Lumajang, menjadi pusat perayaan piodalan tahunan yang dihadiri oleh ribuan umat Hindu dari Jawa dan Bali. Piodalan, yang diadakan setiap 210 hari, merupakan upacara adat terbesar dalam tradisi Bali Hindu. Upacara ini bukan hanya ritual keagamaan tetapi juga momen penting untuk memperkuat identitas budaya dan kepercayaan pada dewi-dewi yang dihormati dalam agama Hindu.
Kronologi Penyambutan Air Suci
| Waktu | Kegiatan | Partisipan |
|---|---|---|
| 15.00 WIB – 18.00 WIB | Persiapan dan pengamanan jalur oleh personel gabungan | Polres Lumajang, TNI, dan Pecalang |
| 18.30 WIB – 20.00 WIB | Prosesi penyambutan air suci dari Gunung Semeru dan Bali | Umat Hindu, anggota kepolisian, dan panitia |
| 20.30 WIB – 22.00 WIB | Upacara penyeimbangan air suci di Pura Mandara Giri | Pemangku, jamaah, dan aparat keamanan |
Strategi Pengamanan yang Diterapkan
Pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis dan sinergi antarlembaga. Berikut rincian strategi yang diterapkan:
- Penjagaan Titik Strategis: Personel disiagakan di jalur kedatangan, area ibadah, pintu masuk, dan lokasi parkir.
- Koordinasi Aparat: Kolaborasi antara Polres Lumajang, Koramil Senduro, dan 15 anggota Pecalang.
- Pengaturan Arus Jamaah: Penggunaan sistem one way di jalan-jalan utama untuk menghindari kemacetan.
- Penyediaan Sarpras: Alat komunikasi, alat pemadam api, dan ambulans ditempatkan di titik-titik kritis.
Dampak dan Implikasi ke Masyarakat
Keberhasilan pengamanan ini memiliki dampak signifikan di berbagai sektor:
- Kerukunan Umat: Sinergi antarumat beragama di Lumajang diperkuat melalui pelaksanaan kegiatan keagamaan yang aman.
- Pariwisata: Even ini menarik wisatawan religius, meningkatkan kunjungan ke kawasan Gunung Semeru.
- Edukasi Budaya: Generasi muda diingatkan akan pentingnya menjaga tradisi lewat partisipasi aktif dalam acara.
- Kesiapan Infrastruktur: Evaluasi pengelolaan kepadatan jamaah menjadi bahan studi pembangunan jalan dan fasilitas umum.
Komitmen Polres Lumajang Terhadap Keamanan Rakyat
Kasubsi PIDM Si Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menegaskan bahwa keamanan kegiatan keagamaan adalah prioritas utama. “Kami tak hanya menjamin keamanan fisik, tetapi juga menciptakan suasana ibadah yang tenang dan khusyuk,” katanya. Langkah ini sejalan dengan program Polri tahun ini yang menekankan penguatan hubungan harmonis antara aparat dengan masyarakat.
Menurut data tahunan, kejadian gangguan selama acara keagamaan di Lumajang turun 40% sejak implementasi pendekatan humanis. Angka ini mencerminkan keberhasilan strategi kepolisian yang bersifat preventif dan edukatif.
Perspektif Budaya dan Keagamaan
Pura Mandara Giri Semeru Agung, yang dibangun pada abad ke-15, merupakan simbol penting bagi umat Hindu di Jawa Timur. Air suci yang diarak dari Gunung Semeru dianggap membawa berkah spiritual. Prosesi ini juga mencerminkan nilai-nilai filosofis Hindu tentang keseimbangan alam dan kesucian jiwa.
“Upacara ini tidak hanya ritual, tetapi juga momen untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga alam,” ujar salah seorang pemangku dari Desa Sumbermujur.
Keberhasilan kegiatan ini menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama di Indonesia bisa dijaga melalui penghormatan terhadap tradisi, partisipasi aktif aparat, dan komitmen bersama untuk menciptakan suasana yang aman serta harmonis.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










