Polisi di Randuagung Lumajang Gelar Baksos Bersihkan Tempat Ibadah

Polisi di Randuagung Lumajang Gelar Baksos Bersihkan Tempat Ibadah

Plat Merah – Pada Kamis, 25 Juni 2026, Polsek Randuagung, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, menggelar kegiatan bakti sosial dan bakti religi di Masjid Nurul Huda, Desa Randuagung. Aksi ini merupakan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, yang mengusung tema “Polri Presisi, Bersinergi dengan Rakyat untuk Nusantara yang Bertaqwa”. Kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan lingkungan masjid, diikuti oleh puluhan personel yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Randuagung, AKP Edi Kuswanto.

Bhakti Religi: Polri dan Marbot Bersihkan Masjid Nurul Huda

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan pembagian tugas yang terstruktur. Personel polisi dibagi ke dalam kelompok kerja, yakni menyapu halaman, merapikan taman, membersihkan teras, hingga mengangkat sampah dari area masjid. Selain personel Polri, marbot dan warga setempat juga turut serta, mencerminkan kolaborasi antara institusi kepolisian dan masyarakat.

Jadwal KegiatanUraian
07.00-08.30 WIBKerja bakti membersihkan masjid
08.30-09.00 WIBPembagian sembako kepada marbot dan petugas keamanan
09.00-10.00 WIBDoa bersama dan evaluasi kegiatan

Menurut AKP Edi Kuswanto, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui aksi nyata. “Perayaan HUT Bhayangkara bukan sekadar seremonial. Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga sosial dan spiritual,” ujarnya.

Tanggung Jawab Sosial Polri: Bantuan Sembako untuk Marbot dan Petugas Keamanan

Setelah kerja bakti, pihak Polsek menyerahkan paket sembako kepada marbot dan petugas keamanan masjid. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban ekonomi mereka yang setiap hari menjaga dan merawat fasilitas ibadah. Marbot Masjid Nurul Huda, Umar Surya (56), menyampaikan apresiasi. “Ini bukan hanya bantuan material, tetapi juga penghargaan atas dedikasi kami. Kami merasa dihargai oleh Polri,” katanya.

  • Polri menyerahkan 25 paket sembako.
  • Bantuan mencakup beras, minyak goreng, gula, dan mie instan.
  • Penyerahan dilakukan langsung oleh AKP Edi Kuswanto.

Implikasi Kegiatan untuk Hubungan Polri dan Masyarakat

Kegiatan ini memiliki dampak signifikan dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Sebagaimana dikatakan oleh peneliti kebijakan publik, dr. Rizal Purnomo, aksi nyata seperti ini mampu mereduksi miskonsepsi masyarakat tentang fungsi polisi yang sering dianggap hanya berperan dalam penegakan hukum. “Kehadiran Polri di lingkungan tempat ibadah menunjukkan bahwa mereka peduli pada aspek spiritual dan sosial masyarakat, sehingga mampu menciptakan suasana harmonis,” jelasnya.

Sejak 2023, Polri telah menggelar lebih dari 300 program bakti sosial serupa di seluruh Indonesia, dengan fokus pada pembersihan tempat ibadah, distribusi bantuan, dan edukasi keselamatan. Di Jawa Timur sendiri, 75% kegiatan bakti sosial dilakukan di masjid, sementara 25% sisanya di gereja, pura, dan wihara.

Analisis Latar Belakang HUT Bhayangkara ke-80

HUT Bhayangkara ke-80 dirayakan dengan berbagai inisiatif yang menekankan prinsip “Polri untuk Rakyat”. Sejarahnya, lembaga kepolisian Indonesia didirikan pada tahun 1946, saat Indonesia masih berjuang mempertahankan kemerdekaannya. Dalam 80 tahun terakhir, Polri telah berkembang menjadi institusi yang tidak hanya berperan dalam keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menyelesaikan berbagai tantangan sosial.

Prospek Masa Depan Polri-Community Engagement

Langkah Polsek Randuagung ini diharapkan menjadi contoh bagi unit kepolisian lain di Indonesia. Menurut data Kepolisian RI, kegiatan sosial meningkatkan indeks kepuasan masyarakat terhadap Polri sebesar 15% dalam lima tahun terakhir. Masyarakat cenderung lebih responsif terhadap polisi yang hadir dalam konteks sosial daripada yang hanya berperan dalam penegakan hukum.

Halaman Masjid Nurul Huda yang sebelumnya terlihat kusam karena tumpukan daun dan sampah kini tampak rapi dan siap menyambut jamaah. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan rasa syukur di lingkungan masyarakat, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kerukunan antarumat beragama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup