PDAM Tirta Randik Muba Data Ulang Tunggakan Pelanggan, Fokus Tingkatkan Pelayanan Air Bersih

PDAM Tirta Randik Muba Data Ulang Tunggakan Pelanggan, Fokus Tingkatkan Pelayanan Air Bersih

Latar Belakang Pendataan Ulang

Plat Merah – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan sebagai wilayah yang fokus pada optimalisasi layanan air bersih. Perseroda Air Minum Tirta Randik Muba, BUMD yang bertanggung jawab atas layanan air minum di wilayah ini, telah meluncurkan program pendataan ulang terhadap pelanggan yang memiliki tunggakan pembayaran. Langkah tersebut diumumkan oleh Direktur Utama PDAM Tirta Randik Muba, Azmi Julian, sebagai upaya pembenahan administrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Proses Pendataan yang Humanis

Menurut Azmi Julian, pendataan ulang ini bukan sekadar upaya penagihan tunggakan, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola administrasi. “Kami ingin memastikan data pelanggan selalu akurat sehingga hak dan kewajiban antara PDAM dengan masyarakat seimbang,” ujarnya. Petugas lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis, menghindari konflik, dan memastikan transparansi dalam proses ini.

Langkah Pendataan Tujuan
Verifikasi data tunggakan Menyusun rencana penagihan yang adil
Pemetaan distribusi air Identifikasi area rawan kelangkaan
Evaluasi keluhan pelanggan Perbaikan layanan berdasarkan umpan balik

Dampak Positif bagi Masyarakat

Program ini berdampak signifikan bagi warga Muba. Dengan data yang akurat, PDAM dapat mengidentifikasi pelanggan yang mengalami kesulitan pembayaran dan menawarkan solusi seperti penyesuaian cicilan atau pembebasan denda. Contoh nyata adalah kasus pelanggan di Kecamatan Sekayu yang berhasil menyelesaikan tunggakan setelah PDAM memberikan opsi pembayaran fleksibel berdasarkan penghasilan.

Tantangan dan Solusi

Meski progresif, PDAM Tirta Randik Muba menghadapi tantangan, termasuk infrastruktur pipa yang usang di beberapa wilayah dan kesadaran masyarakat yang belum merata. Untuk mengatasi ini, PDAM berencana mengalokasikan anggaran 2026-2027 untuk penggantian pipa besi menjadi HDPE serta pelatihan staf dalam pemanfaatan teknologi digital.

  1. Investasi infrastruktur pipa baru
  2. Pelatihan digitalisasi layanan
  3. Kolaborasi dengan Pemkab Muba untuk subsidi

Implikasi Jangka Panjang

Program ini berpotensi menjadi model terbaik (best practice) bagi BUMD air minum di Indonesia. Dengan meningkatkan kepuasan pelanggan, PDAM Tirta Randik Muba dapat menarik investasi swasta untuk pengembangan jaringan distribusi. Selain itu, peningkatan layanan air bersih berdampak positif pada sektor kesehatan dan pariwisata Muba.

Komitmen PDAM

Azmi Julian menegaskan, tujuan utama PDAM adalah menciptakan harmonisasi hubungan dengan pelanggan. “Kami ingin jadi mitra, bukan penagih,” katanya. Dengan pendekatan kolaboratif, PDAM berharap dapat menekan angka tunggakan hingga 30% dalam dua tahun ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup