Agen BRILink Bondowoso Sukses Tumbuh Bersama Warga Desa
Pelopor Inklusi Keuangan di Pelosok Desa
Plat Merah – Sejak 2018, nama Aimatus Syuroiyah yang akrab disapa Bu Ifa telah menjadi simbol keberhasilan inklusi keuangan di Desa Pekauman, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Dari teras rumah sederhana yang awalnya sepi, kini lokasi ini menjadi pusat aktivitas keuangan bagi ratusan warga. Keterjangkauan layanan perbankan di desa ini berawal dari ketekunan Bu Ifa yang membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan ramah dan konsisten.
Mengatasi Stereotip Masyarakat Awal
Ketika pertama kali menjadi Agen BRILink, Bu Ifa menghadapi tantangan besar. Konsep agen keuangan di desa masih asing bagi warga. “Awalnya, transaksi hanya satu per minggu karena masyarakat belum tahu. Butuh waktu hampir setahun untuk mengubah persepsi itu,” kenangnya. Strategi yang diterapkan termasuk sosialisasi door-to-door, demonstrasi penggunaan mesin EDC, dan kerja sama dengan RT/ RW untuk menyebarkan manfaat layanan BRILink.
Perubahan terjadi ketika warga mulai merasakan manfaat konkret. Pencairan bansos pemerintah yang sebelumnya memakan waktu 1-2 hari kini bisa dilakukan dalam hitungan menit. “Dulu warga harus ke ATM di kecamatan, jaraknya 20 km. Dengan BRILink, mereka bisa bertransaksi saat pulang dari sawah,” ujar Silvi Liya Kurniawati, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan BRI Bondowoso.
Dampak Ekonomi dan Sosial Nyata
| Tahun | Jumlah Transaksi | Volume Transaksi (Rp) |
|---|---|---|
| 2018 | 125 | 500 juta |
| 2023 | 8.200+ | 12,5 miliar |
| 2026 | 12.650+ | 19,8 miliar |
Angka ini mencerminkan transformasi ekonomi desa. Selain transaksi keuangan, BRILink juga berperan dalam digitalisasi usaha kecil. Warung-warung lokal kini bisa menerima pembayaran digital, meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi.
Kronologi Perjalanan Berpengaruh
- 2018 – Diangkat sebagai agen BRILink pertama di Kecamatan Pekauman.
- 2020 – Menyabet penghargaan Agen UMi teraktif di wilayah Jawa Timur bagian barat.
- 2024 – Mendapat hadiah umrah gratis sebagai bentuk apresiasi BRI atas dedikasi luar biasa.
- 2026 – Menjadi agen dengan jumlah nasabah terbesar di Region 13 Malang.
Kompetensi Agen BRILink di Era Digital
Dalam industri fintech yang berkembang pesat, agen BRILink perlu mengimbangi antara layanan manual dan digital. Bu Ifa, misalnya, tetap mempertahankan pelayanan tatap muka sambil belajar mengelola aplikasi BRI Mobile. “Warga tua lebih nyaman cash, tapi generasi muda sudah biasa mobile banking. Saya harus bisa melayani kedua kelompok,” katanya.
Kontribusi pada Target Nasional
Peran Agen BRILink Bondowoso bersinergi dengan target pemerintah mendorong inklusi keuangan. Menurut data BRI Region 13 Malang, dari 108.510 agen di wilayah ini, transaksi mencapai Rp49,7 triliun hingga Mei 2026. Angka ini setara 23% dari total transaksi BRILink BRI nasional.
- Meningkatkan akses ke layanan keuangan untuk 1,2 juta penduduk di wilayah terpencil.
- Mengurangi angka kemiskinan sebesar 12% di desa binaan BRILink.
- Menyediakan pelatihan keuangan bagi 8.500 wirausaha mikro.
Visi Masa Depan: Ekosistem Keuangan Desa
Menurut Arie Wibowo, Regional CEO BRI Malang, model BRILink tidak sekadar layanan keuangan. “Ini adalah pemicu transformasi ekonomi desa. Setiap agen jadi penghubung antara inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya. Rencana BRI untuk 2027-2028 termasuk:
| Program | Target |
|---|---|
| Jumlah Agen BRILink | 120.000 agen |
| Transaksi Tahunan | Rp60 triliun |
| Desa Terjangkau | 1.500 desa |
Bagi Bu Ifa, keberhasilannya mengilhami generasi muda desa untuk ikut membangun ekonomi lokal. “Jika anak muda melihat model bisnis inklusif seperti ini, mereka akan lebih termotivasi menjadi agen BRILink,” pungkasnya sambil tersenyum. Di tengah perbincangan warga yang silih berganti datang ke teras rumahnya, kisah desa Pekauman telah menjadi bukti nyata potensi transformasi inklusi keuangan di Indonesia.”
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











