Danantara Temukan Dugaan Rekayasa Keuangan di Pos Indonesia, Dirut Mundur

Danantara Temukan Dugaan Rekayasa Keuangan di Pos Indonesia, Dirut Mundur

Plat Merah – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengonfirmasi telah menerima surat pengunduran diri Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, yang diajukan pada 29 Juni 2026. Pengunduran diri ini terjadi setelah Daud menjabat selama tiga bulan sejak 11 Maret 2026. Danantara menyatakan menghormati keputusan tersebut dan segera menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi BUMN logistik tersebut.

Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, mengungkapkan bahwa selama tiga bulan terakhir, Danantara menugaskan Daud Joseph untuk memimpin proses pembenahan PT Pos Indonesia melalui due diligence menyeluruh terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, serta organisasi perusahaan. Berdasarkan hasil asesmen, Daud menilai PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental. Menurutnya, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya.

Rohan juga mengungkapkan bahwa dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, Danantara menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun. Bahkan, Danantara menerima laporan dan menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan. Temuan ini saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku. Danantara menegaskan bahwa satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan akan dibereskan, dan tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum.

Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, memastikan bahwa operasional perusahaan tetap lancar meskipun ada pengunduran diri direktur utama. Surat pengunduran diri resmi diajukan pada 2 Juli 2026, atas dasar keinginan serta pertimbangan pribadi yang bersangkutan. Iwan menegaskan tidak ada guncangan pada aspek pelayanan publik maupun kinerja bisnis perusahaan di lapangan. PT Pos Indonesia menghormati keputusan tersebut serta menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Daud Joseph selama memimpin perusahaan.

Prioritas Danantara saat ini adalah memastikan PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat. Danantara akan segera menyiapkan sosok pengganti Daud Joseph sebagai Direktur Utama Pos Indonesia untuk memimpin transformasi perusahaan yang sedang berjalan.

Dengan temuan dugaan rekayasa keuangan dan berbagai penyimpangan lainnya, Danantara berkomitmen untuk membersihkan tata kelola PT Pos Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik dan memperkuat kinerja BUMN logistik tersebut ke depannya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup