Cerita Kades soal Pencuri Ayam di Bali Dihakimi Warga Mengancam Pakai Sajam
PlatMerah.com, Bali – Kepala Desa Batunya, I Made Riasa, menceritakan kejadian pengeroyokan terhadap seorang pria berinisial KD yang diduga mencuri ayam di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat dini hari, saat warga memergoki KD mencuri ayam dan mengancam pemilik dengan senjata tajam.
Kronologi Kejadian
<pMenurut I Made Riasa, kasus bermula saat pemilik ayam melihat KD diduga tengah mencuri ayam. KD kemudian mengacungkan senjata tajam dan mengancam akan membunuh pemilik ayam, sehingga membuat korban ketakutan dan melarikan diri. Pemilik ayam kemudian menghubungi adiknya yang sedang menghadiri resepsi di lokasi jauh dari desa, lalu informasi ini diteruskan kepada Ketua Pecalang Banjar dan warga di pos kamling.
Setelah itu, kentongan sebagai tanda bahaya dibunyikan spontan, yang mengundang warga berdatangan ke lokasi kejadian.
Reaksi Warga dan Kondisi Desa
Warga Banjar Juwuk Legi sudah lama resah karena maraknya pencurian ayam, terutama ayam aduan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Beberapa warga bahkan mengalami kehilangan hingga 10-16 ekor ayam. Meskipun laporan sudah disampaikan ke pihak berwajib, hasilnya belum memuaskan.
Banyak warga yang menggantungkan penghasilan dari beternak ayam, termasuk yang meminjam Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membiayai usaha mereka. Kerugian akibat pencurian ayam berdampak langsung pada ekonomi keluarga, termasuk kemampuan membayar pinjaman dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Nilai ayam yang dipelihara warga bisa mencapai Rp1 juta per ekor, sementara ayam impor bernilai hingga Rp10-15 juta. Salah satu warga mengalami kerugian mencapai Rp12 juta, yang seharusnya digunakan untuk membeli sepeda motor anaknya.
Upaya Pemerintah Desa dan Mediasi
I Made Riasa menyatakan bahwa lima warga yang menjadi tersangka pengeroyokan diharapkan mendapat keringanan hukuman karena mereka merupakan tulang punggung keluarga. Pemerintah Desa Batunya berencana melakukan mediasi dengan keluarga korban di Desa Sidatapa, Buleleng, agar hubungan sosial masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan proses hukum yang sedang berjalan.
Mediasi diharapkan dapat memberikan solusi yang saling menguntungkan dan memungkinkan warga tersangka tetap bisa menghidupi keluarganya.
Dampak dan Harapan
- Kejadian ini menunjukkan ketegangan antara kebutuhan menjaga keamanan dan penegakan hukum di tingkat desa.
- Kasus pencurian ayam yang berulang kali terjadi memicu reaksi keras warga yang merasa dirugikan secara ekonomi.
- Mediasi diharapkan menjadi jalan tengah yang dapat memulihkan hubungan sosial dan memberikan keadilan bagi semua pihak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












