Kesulitan Tangga Darurat Jadi Hambatan Pemadaman Kebakaran Gedung Bapenda
PlatMerah.com, Jakarta – Proses pemadaman kebakaran yang melanda Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, menghadapi kendala utama akibat kesulitan akses tangga darurat yang penuh asap tebal. Kebakaran yang terjadi pada Jumat malam, 7 Agustus 2026, ini menghanguskan beberapa lantai mulai dari lantai 11 hingga lantai 16.
Hambatan dalam Pemadaman
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Syarifudin, menjelaskan bahwa asap tebal yang memenuhi tangga darurat menyulitkan petugas dalam melakukan evakuasi dan pemadaman. Meski demikian, ia memastikan bahwa tidak ada hambatan berarti lain yang mengganggu upaya pemadaman dan pencegahan penyebaran api ke lantai bawah.
Penanganan dan Penyisiran Api
Petugas gabungan dari 39 unit dan 185 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Setelah api berhasil dipadamkan, proses penyisiran masih dilakukan dari lantai 11 hingga lantai 16 guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah kebakaran kembali menyala.
Syarifudin menyebutkan bahwa penyisiran ini difokuskan pada penumpukan bahan yang dapat memicu api. Proses ini diperkirakan selesai dalam waktu satu jam setelah keterangan diberikan pada Sabtu pagi, 8 Agustus 2026.
Kronologi Singkat Kebakaran
- Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 21.30 WIB pada Jumat, 7 Agustus 2026.
- Api diduga berasal dari lantai 11 dan meluas hingga lantai 16.
- Proses pemadaman dan pendinginan berlanjut hingga Sabtu pagi.
Pentingnya Akses Tangga Darurat
Kejadian ini menyoroti pentingnya akses tangga darurat yang aman dan bebas dari hambatan, khususnya dalam situasi darurat kebakaran. Asap tebal yang memenuhi tangga darurat dapat menghambat evakuasi dan upaya pemadaman, sehingga diperlukan peningkatan sistem ventilasi dan perlindungan kebakaran di gedung-gedung bertingkat.
Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran
Pemerintah dan instansi terkait diharapkan terus meningkatkan standar keselamatan kebakaran serta kesiapan petugas dalam menghadapi insiden serupa. Pelatihan rutin, perawatan alat pemadam kebakaran, dan inspeksi fasilitas tangga darurat menjadi bagian penting untuk meminimalkan risiko dan hambatan dalam penanganan kebakaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











