UPDATE Kasus ASN Bogor Hilang di Sungai Cisadane, Keberadaan Bayu Misterius, Tim SAR Ungkap Fakta

UPDATE Kasus ASN Bogor Hilang di Sungai Cisadane, Keberadaan Bayu Misterius, Tim SAR Ungkap Fakta

PlatMerah.com, Bogor – Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Bayu Zulkarnain dari Pemkot Bogor dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke Sungai Cisadane di kawasan Pamoyanan, Bogor Selatan, sejak Kamis malam, 13 Agustus 2026. Hingga hari keenam pencarian, keberadaan Bayu masih belum diketahui, meskipun tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian secara intensif.

Bayu, yang bekerja di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor sebagai pustakawan dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), diduga terjatuh dari jembatan penghubung kawasan Sukawarna-Pamoyanan saat melintas menggunakan sepeda motor pulang kerja. Motor korban ditemukan di atas jembatan, sementara tas dan helmnya ditemukan di sungai, namun tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut.

Upaya Pencarian Tim SAR

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta unsur terkait lainnya terus mengupayakan pencarian Bayu. Pada hari keenam operasi SAR, pencarian masih difokuskan di bawah jembatan tempat motor korban ditemukan dan diperluas hingga Bendung Empang, sekitar 4,5 kilometer dari lokasi awal.

Upaya pencarian meliputi penyelaman di titik awal dugaan jatuhnya korban dan penyisiran sepanjang aliran Sungai Cisadane. Namun, hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Bayu. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyatakan operasi SAR akan terus dilakukan maksimal hingga hari ketujuh sesuai standar operasional prosedur (SOP) SAR, kemudian dilakukan evaluasi untuk langkah selanjutnya jika korban belum ditemukan.

Kondisi dan Dugaan Kejadian

Berdasarkan keterangan dari pihak terkait, debit air Sungai Cisadane saat kejadian sedang surut akibat musim kemarau, sehingga kemungkinan korban hanyut terbawa arus dinilai kecil. Selain itu, terdapat banyak jaring di kawasan hilir yang juga mengurangi risiko korban terbawa jauh oleh arus sungai.

Bayu diketahui sempat menghubungi keluarga sekitar pukul 18.15 WIB pada hari kejadian untuk mengabarkan bahwa ia sedang dalam perjalanan pulang. Namun setelah itu, tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Pihak keluarga telah membuat laporan ke polisi sebagai langkah antisipasi dan penyelidikan lebih lanjut terkait hilangnya Bayu.

Respon Pemerintah Kota Bogor

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, telah meninjau langsung lokasi pencarian dan memastikan bahwa upaya pencarian dilakukan secara maksimal. Pemerintah Kota Bogor berkomitmen untuk mendukung proses pencarian agar Bayu dapat segera ditemukan dan situasi dapat segera terungkap secara jelas.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan aparatur sipil negara yang sedang menjalankan tugasnya. Masyarakat dan pihak berwenang diharapkan dapat memberikan dukungan dan informasi jika mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan keberadaan Bayu.

Proses pencarian masih berlangsung dan tim SAR akan terus berupaya maksimal hingga batas waktu pencarian sesuai SOP. Informasi terbaru akan terus dipantau untuk memastikan perkembangan kasus ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup