Garda Ksatria Airlangga Kirim Tim Medis Tanggap Darurat ke NTT Pasca Gempa Bumi

Garda Ksatria Airlangga Kirim Tim Medis Tanggap Darurat ke NTT Pasca Gempa Bumi

PlatMerah.com, Surabaya – Universitas Airlangga (Unair) mengirimkan tim aju tanggap darurat Garda Ksatria Airlangga ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memberikan bantuan medis pascagempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Tim ini bertugas memetakan kebutuhan medis serta menangani korban pada fase akut pascagempa.

Tim medis tersebut dipimpin oleh dr. Teddy Wardhana, Sp.OT, Koordinator Bantuan Medis Garda Ksatria Airlangga sekaligus Koordinator Program Studi Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Unair. Keberangkatan tim dilakukan pada 17 Agustus 2026 dari Balai RUA, Lantai 4 Kantor Manajemen Kampus MERR-C Unair, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Respons Cepat Universitas Airlangga

Rektor Unair, Prof. Muhammad Madyan, SE., M.Si., M.Fin., menyatakan bahwa pengiriman tim ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat terdampak bencana. “Sebagai institusi pendidikan tinggi, kami turut berbelasungkawa atas bencana yang melanda NTT. Penerjunan tim ini menjadi wujud kontribusi dan respons Unair. Kami berharap tim dapat memberikan manfaat dalam penanganan pascabencana di lokasi,” ujarnya.

Prof. Madyan juga mengapresiasi kesiapan tim dan berpesan agar seluruh anggota menjalankan tugas dengan baik serta menjaga nama baik Unair selama memberikan pelayanan kemanusiaan di NTT.

Komposisi dan Tugas Tim Medis

Tim aju tanggap darurat Garda Ksatria Airlangga terdiri dari tiga orang mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS), seorang dokter senior spesialis anestesi dan ortopedi, seorang PPDS yang merupakan putra daerah setempat, serta perawat anestesi dan ortopedi. Dengan komposisi ini, tim siap melakukan asesmen kebutuhan medis di lapangan dan memberikan dukungan medis pada fase akut bencana.

Selama di lokasi, tim akan melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim kesehatan setempat. Rencana awal meliputi kunjungan ke rumah sakit umum yang membutuhkan perhatian khusus. Tim juga membawa perlengkapan operasi, anestesi, dan kebutuhan medis lainnya agar dapat bekerja secara mandiri di lapangan.

Fokus Penanganan dan Asesmen Lanjutan

Prioritas utama tim medis adalah menangani korban yang membutuhkan penanganan segera akibat trauma pascagempa. Selain penanganan medis akut, tim juga akan melakukan asesmen kebutuhan lanjutan, termasuk kemungkinan dukungan psikologis bagi penyintas yang mengalami trauma.

Kerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) turut memperkuat jejaring penanganan medis di wilayah terdampak, memastikan koordinasi yang efektif dan optimal dalam memberikan layanan kesehatan pascabencana.

Konteks dan Pentingnya Respons Medis

Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, NTT pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka. Respons cepat dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan seperti Unair, sangat penting untuk mendukung penanganan bencana dan pemulihan masyarakat terdampak.

Pengiriman tim medis ini memperlihatkan peran aktif perguruan tinggi dalam tanggap darurat bencana yang tidak hanya bersifat akademik, melainkan juga kemanusiaan dan sosial.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup