Bantuan Terus Mengalir untuk Korban Gempa NTT
PlatMerah.com, Nusa Tenggara Timur – Bantuan untuk korban gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, terus mengalir dari berbagai pihak termasuk pemerintah pusat, TNI, dan lembaga terkait. Ribuan warga terdampak gempa mengalami kerusakan bangunan dan harus mengungsi, sehingga penyaluran bantuan logistik dan layanan darurat menjadi prioritas utama.
Bantuan Logistik dan Paket Sembako
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa sebanyak 50 ribu paket sembako bantuan Presiden Prabowo Subianto telah didistribusikan untuk masyarakat terdampak gempa di NTT. Paket tersebut berisi beras, margarin, gula, sarden, dan kebutuhan pokok lainnya.
Hingga Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar 4.925 paket telah didistribusikan di wilayah Labuan Bajo dan Maumere, termasuk kepada warga yang mengungsi di Kabupaten Manggarai yang berjumlah sekitar 4.000 orang.
Pengiriman Bantuan Melalui Jalur Laut
Kementerian Sosial (Kemensos) mengirimkan bantuan tambahan menggunakan jalur laut dari Pelabuhan Bolok Kupang menuju Pelabuhan Ende dengan kapal KMP Ile Laba Lekan. Bantuan tersebut meliputi:
- 824 makanan anak
- 600 family kit
- 600 kids ware
- 513 kasur
- 600 selimut
- 500 tenda gulung
- 101 velbed
- 150 sandang dewasa
- 10 tenda keluarga
- 2 tenda serba guna
Nilai bantuan ini mencapai lebih dari Rp 1,2 miliar dan akan didistribusikan ke Kabupaten Ende, Nagekeo, Sikka, dan Manggarai. Pengiriman ini juga melibatkan koordinasi dengan BNPB, pemerintah daerah, Tagana, serta personel Polri.
Peran TNI dalam Penanganan Bencana
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa TNI Angkatan Darat mengirimkan bantuan logistik dan peralatan pendukung untuk membantu proses pemulihan di lokasi bencana. Selain bantuan utama, TNI juga menyediakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, tangki air, dan perangkat komunikasi Starlink untuk mendukung kegiatan pembersihan dan komunikasi di lapangan.
Kondisi personel TNI di wilayah terdampak saat ini masih mencukupi, dan fokus utama adalah memastikan bantuan yang telah tiba dapat segera didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Penguatan Penanganan Darurat oleh Kemensos
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan penanganan darurat bagi korban gempa di NTT terus diperkuat dengan dukungan indikatif senilai lebih dari Rp 13 miliar. Bantuan ini mencakup logistik, permakanan, santunan bagi korban meninggal dan luka, serta operasional dapur umum.
Kemensos telah mendirikan dapur umum di tiga wilayah yakni Manggarai, Sikka, dan Nagekeo, serta merencanakan penambahan tiga titik dapur umum di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende. Anggaran operasional dapur umum selama tujuh hari mencapai sekitar Rp 5,16 miliar.
Santunan yang disiapkan meliputi:
- Rp 15 juta per jiwa untuk 54 korban meninggal
- Rp 5 juta per orang untuk 199 korban luka
Penyaluran Tali Asih oleh Kemendagri
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyerahkan tali asih sebesar Rp 15 juta per jiwa kepada ahli waris korban meninggal akibat gempa di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Penyerahan ini dilakukan bersama Kepala Basarnas dan Bupati Manggarai Timur di wilayah terdampak paling parah.
Mendagri juga memberikan dukungan berupa dua unit genset, 10 unit velbed, serta dana Rp 200 juta untuk dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara guna memperkuat posko pengungsian yang dibangun oleh warga setempat.
Koordinasi dan Kolaborasi Penanganan Bencana
Penanganan bencana gempa di NTT melibatkan koordinasi intensif antara BNPB, Kemensos, TNI, pemerintah daerah, Tagana, Polri, dan berbagai pihak terkait lainnya. Semua unsur pemerintah bekerja cepat dan bersama-sama untuk memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan dapat meringankan beban masyarakat terdampak.
Masyarakat juga diajak untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam masa tanggap darurat guna mempercepat proses pemulihan pasca gempa bumi ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













