Kebakaran Gunung Gede Pangrango Masih Terjadi, Polisi Turunkan Pleton dengan APAR
PlatMerah.com, Jawa Barat – Kebakaran lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) masih terus berlangsung hingga 22 Agustus 2026. Puluhan personel gabungan dari kepolisian, TNI, relawan, dan masyarakat setempat dikerahkan untuk memadamkan api yang telah menghanguskan sekitar 15 hektare area di kawasan tersebut.
Situasi Kebakaran dan Tantangan Pemadaman
Kebakaran yang dimulai sejak Kamis (18/8) ini masih sulit dikendalikan akibat kondisi medan yang berat serta keterbatasan peralatan. Relawan yang berasal dari berbagai organisasi, termasuk Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), harus bertahan dengan peralatan seadanya seperti batang kayu dan kain basah. Kelelahan fisik dan keterbatasan pasokan makanan dan minuman menambah beban dalam proses pemadaman.
Nicko Rastagil, salah satu relawan APGI, menjelaskan bahwa titik api terus muncul dan merembet dengan cepat di area yang kering, terutama dari Alun-alun Suryakencana hingga Kawah Wadon. Ia menekankan pentingnya keahlian dan peralatan memadai untuk penanganan kebakaran agar api tidak meluas lebih jauh.
Peran Polisi dan Personel Gabungan dalam Pemadaman
Polres Cianjur menurunkan satu pleton personel lengkap dengan alat pemadam api ringan (APAR) dan batang rotan (gepyok) untuk mempercepat proses pemadaman. Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, menyatakan bahwa personel yang diterjunkan telah memiliki kualifikasi dalam penanganan kebencanaan, termasuk kebakaran lahan, sehingga diharapkan penanganan dapat berjalan efektif.
Selain polisi, personel TNI, relawan, dan warga sekitar juga saling bahu-membahu. Mereka menggunakan metode estafet membawa air menggunakan jerigen atau kompan dari sumber air yang jaraknya sekitar lima kilometer dari titik kebakaran.
Konsekuensi dan Upaya Lanjutan
Kebakaran di TNGGP tidak hanya mengancam kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem dan aktivitas pariwisata di kawasan tersebut. Penanganan cepat dan tepat sangat diperlukan agar luas area terbakar tidak bertambah dan kerusakan dapat diminimalkan.
Koordinasi antar instansi serta peningkatan dukungan peralatan dan logistik menjadi fokus utama agar upaya pemadaman dapat lebih optimal. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan yang sedang berlangsung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










