Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
PlatMerah.com – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengkritik keras praktik pengerukan tambang dan hutan yang dilakukan secara masif dan tanpa perencanaan yang matang. Menurutnya, kegiatan tersebut hanya menguntungkan segelintir individu tanpa memberikan manfaat bagi kemakmuran rakyat dan negara secara keseluruhan.
Kritik terhadap Eksploitasi Sumber Daya Alam
Dalam amanatnya pada upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang diselenggarakan di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin (17/8), Megawati menegaskan bahwa eksploitasi sumber daya alam yang serakah berpotensi memiskinkan generasi mendatang. Ia mengingatkan agar kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut dikelola secara bertanggung jawab demi kesejahteraan rakyat banyak, bukan sebagai sumber kekayaan pribadi.
“Sekarang ini orang kan mulai nggaruk-nggaruk tambang terus, tapi bukan buat pemerintah, bukan buat rakyat, tapi buat dirinya sendiri, keuntungan bagi dirinya sendiri. Lah gimana nanti anak cucu kita miskinlah,” tegas Megawati.
Pentingnya Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana
Megawati menekankan bahwa potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah harus dikelola secara rasional dan terstruktur melalui konsep Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Abad 21. Konsep pembangunan ini telah dirumuskan secara matang pada era pemerintahan Presiden Soekarno dengan melibatkan lebih dari 600 doktor dan ahli bangsa.
Namun, Megawati mengungkapkan bahwa rancangan pembangunan tersebut kemudian diabaikan pada masa Orde Baru. Menurutnya, mineral dan hutan di Indonesia sejatinya bisa menjadi sumber kemakmuran yang besar jika dikelola sesuai pola pembangunan yang berkelanjutan dan terencana.
“Mineral dan hutan-hutan kita, Indonesia bisa makmur sebenarnya. Inilah yang harus kita capai melalui Pola Pembangunan Semesta dan Berencana Abad 21. Sudah dibuat oleh 600 doktor, tapi pada zaman Pak Harto tidak dipakai, disembunyikan, dibuang begitu saja,” ujarnya.
Instruksi Megawati untuk PDIP
Megawati juga menyatakan akan menginstruksikan seluruh jajaran PDIP pada kongres partai mendatang untuk kembali memperjuangkan konsep pembangunan semesta berencana tersebut. Hal ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam mengelola sumber daya alam Indonesia demi kemakmuran rakyat secara berkelanjutan.
Konsekuensi dan Tantangan Pengelolaan SDA
Pengelolaan sumber daya alam yang tidak terencana dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial ekonomi. Oleh karena itu, penerapan pola pembangunan yang semesta berencana menjadi kunci untuk memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.
Dengan memperhatikan rencana pembangunan yang matang dan melibatkan berbagai ahli, diharapkan Indonesia dapat mewujudkan kemakmuran yang merata dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam yang menjadi modal utama bangsa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










