BNPB Catat Gempa Susulan di NTT Capai 5.688 Kali, Terbesar 6,2 Magnitudo

BNPB Catat Gempa Susulan di NTT Capai 5.688 Kali, Terbesar 6,2 Magnitudo

PlatMerah.com, Nusa Tenggara Timur – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu, 23 Agustus 2026, gempa susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah terjadi sebanyak 5.688 kali. Magnitudo terbesar dari gempa susulan tersebut mencapai 6,2, sementara yang terkecil sebesar 1,1.

Data Gempa Susulan dan Kondisi Terkini

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa sebanyak 132 gempa susulan dirasakan langsung oleh warga pada hari itu. Rangkaian gempa ini masih menunjukkan pola temporal yang kompleks dan belum sederhana.

Menurut BNPB, gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung selama 3 hingga 4 minggu sejak gempa utama terjadi. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan potensi gempa susulan yang masih terjadi.

Imbauan dan Penanganan Darurat

BNPB mengimbau warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan akibat gempa sebelumnya untuk dapat kembali ke rumah masing-masing dengan tetap menerapkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya guna menjaga ketenangan dan keamanan bersama.

Selain itu, Tim K-9 SAR Polri telah mengerahkan 10 anjing pelacak untuk memperkuat operasi kemanusiaan dan pencarian korban di wilayah Manggarai dan Manggarai Timur, NTT.

Kronologi Gempa Utama di NTT

Gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 8,41 LS dan 121,39 BT, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.

Sejak gempa utama tersebut, tercatat 91 orang meninggal dunia dan sekitar 161 ribu warga harus mengungsi akibat dampak gempa dan kerusakan yang ditimbulkan.

Dampak dan Tindak Lanjut

Korban jiwa dan pengungsi yang cukup besar mengakibatkan upaya penanganan bencana menjadi prioritas utama pemerintah dan lembaga terkait. Selain operasi SAR, BNPB bersama instansi lainnya terus memantau perkembangan gempa susulan dan memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Warga di wilayah NTT diharapkan mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan BNPB serta menjaga komunikasi dengan pihak berwenang untuk mendapatkan informasi terbaru dan akurat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup