Polres Medan Soal Polisi Tinggal Serumah dengan Mantan Istri yang Bunuh Diri

Polres Medan Soal Polisi Tinggal Serumah dengan Mantan Istri yang Bunuh Diri

PlatMerah.com, Medan – Polrestabes Medan memberikan penjelasan terkait kasus seorang wanita berinisial WLG yang bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, seorang anggota polisi berinisial ISH, saat mereka tinggal serumah. Meskipun keduanya sudah bercerai sejak tahun 2021, WLG dan anaknya kembali tinggal bersama ISH di Medan selama dua bulan terakhir sebelum kejadian tragis tersebut.

Fakta Utama Kasus

Menurut Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, WLG bersama anaknya datang dari Jakarta ke Medan sekitar dua bulan sebelum kejadian pada tahun 2026. Selama periode tersebut, WLG dan ISH yang telah resmi bercerai sejak 2021, tinggal di rumah yang sama. Mereka juga melakukan aktivitas bersama seperti berkunjung ke mal dan tempat umum lainnya. Tidak ditemukan adanya pertengkaran atau perseteruan antara keduanya berdasarkan keterangan anak dan saksi lain.

Penjelasan Polisi

Jean Calvijn menegaskan bahwa selama dua bulan terakhir, interaksi antara korban dan mantan suaminya berjalan secara normal. CCTV di lokasi juga menunjukkan aktivitas yang melibatkan korban dalam melayani tamu di rumah tersebut. Namun, pihak kepolisian belum merinci alasan mengapa WLG dan ISH tetap tinggal di rumah yang sama meskipun sudah berstatus mantan suami istri dan memiliki riwayat perceraian.

Kronologi Kejadian

Pada Minggu, 28 Agustus 2026, WLG ditemukan tewas di rumahnya di Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia, Kota Medan. Korban diduga melakukan bunuh diri dengan menembakkan pistol milik mantan suaminya yang merupakan anggota polisi. Luka tembakan ditemukan di bagian kepala korban. Kasus ini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Polrestabes Medan untuk memastikan kronologi dan motif di balik kejadian tersebut.

Konteks dan Dampak

Kejadian ini menjadi perhatian karena melibatkan anggota polisi dan isu sensitif terkait rumah tangga yang berujung pada bunuh diri. Polisi menegaskan pentingnya penyelidikan menyeluruh untuk mendapatkan gambaran utuh dari peristiwa tersebut. Kasus ini juga mengangkat perhatian mengenai tekanan psikologis dan dinamika hubungan setelah perceraian, khususnya ketika masih tinggal di lingkungan yang sama.

Langkah Selanjutnya

Pihak kepolisian akan terus mendalami hasil pemeriksaan saksi dan bukti yang ada, termasuk rekaman CCTV sebagai bagian dari proses penyelidikan. Keluarga korban dan masyarakat diharapkan bersabar menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup