Pengacara ‘No Viral No Justice’ Mohammad Sholeh Meninggal Dunia

Pengacara 'No Viral No Justice' Mohammad Sholeh Meninggal Dunia

PlatMerah.com, Surabaya – Pengacara Mohammad Sholeh, yang dikenal dengan slogan kritis ‘No Viral No Justice’, meninggal dunia pada Jumat dini hari, 7 Agustus 2026. Ia wafat setelah menjalani perawatan intensif selama 20 hari di Rumah Sakit Siloam Surabaya akibat penyakit autoimun yang dideritanya.

Profil Mohammad Sholeh

Mohammad Sholeh, atau yang akrab disapa Cak Sholeh, dikenal sejak muda sebagai aktivis yang vokal mengkritisi pemerintahan Orde Baru. Ia pernah bergabung dengan organisasi seperti SMID dan PRD yang memiliki sikap kritis terhadap rezim tersebut. Selain sebagai aktivis, Sholeh juga pernah terjun ke dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai bakal pasangan calon independen Wali Kota Surabaya pada Pilkada 2020 bersama Taufik Hidayat, seorang seniman dan budayawan.

Perjuangan dan Karir

Cak Sholeh dikenal luas karena konsistensinya membela hak-hak rakyat kecil melalui profesinya sebagai pengacara. Ia mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang dinamai dengan slogannya, No Viral No Justice, yang menjadi simbol perjuangan melawan ketidakadilan sosial dan hukum.

Kabar Duka dan Reaksi

Kabar meninggalnya Mohammad Sholeh dikonfirmasi oleh rekannya sesama pengacara, Daniel Rongrong. Daniel menyatakan kehilangan sosok yang sangat berarti sebagai teman dan kolega. Kepergian Cak Sholeh meninggalkan duka mendalam bagi kalangan aktivis dan penegak hukum yang mengenalnya.

Konteks dan Signifikansi

Kematian Mohammad Sholeh menjadi kehilangan besar dalam dunia advokasi dan aktivisme di Indonesia, khususnya di Surabaya. Perjuangannya dalam membela masyarakat kecil dan pengabdiannya terhadap keadilan sosial memberikan inspirasi bagi banyak pihak. Penyakit autoimun yang dideritanya menjadi peringatan tentang pentingnya kesehatan bagi para pejuang sosial yang sering kali mengabaikan kondisi pribadi demi kepentingan masyarakat.

Dampak dan Harapan

Kepergian Cak Sholeh diharapkan dapat memicu perhatian lebih besar terhadap perlindungan dan kesehatan para aktivis dan pengacara yang bekerja di garis depan keadilan sosial. Masyarakat dan kalangan hukum juga diingatkan akan pentingnya meneruskan perjuangan advokasi untuk rakyat kecil yang selama ini diperjuangkan oleh Mohammad Sholeh.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup