Maruli Sebut TNI Sulap 100.120 Hektare Lahan Tadah Hujan Jadi Bisa Panen 3 Kali
PlatMerah.com – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan capaian signifikan TNI dalam mendukung sektor pertanian di Indonesia dengan mengubah lahan tadah hujan seluas 100.120 hektare menjadi lahan yang dapat ditanami hingga tiga kali panen dalam setahun.
Transformasi Lahan Tadah Hujan
<pMenurut Maruli, dari total luas tersebut, sebanyak 83.150 hektare lahan telah memperoleh dukungan sistem pengairan yang memungkinkan petani tidak lagi bergantung pada musim hujan. Dengan adanya pengairan ini, petani kini dapat meningkatkan frekuensi panen hingga tiga kali dalam setahun, yang sebelumnya hanya sekali atau dua kali sesuai musim.
Perluasan Program Pengairan
Program pengairan lahan ini terus diperluas dengan dukungan pemerintah. Saat ini, TNI tengah mengerjakan 445 titik pengairan tambahan yang diperkirakan akan mampu mengairi 16.970 hektare lahan pertanian baru. Jika digabungkan, total lahan tadah hujan yang berhasil diubah menjadi lahan produktif mencapai 100.120 hektare pada tahun ini.
Estimasi Produksi Gabah
Maruli memperkirakan peningkatan produktivitas ini akan memberikan tambahan produksi gabah yang signifikan. Ia menyebutkan potensi tambahan produksi gabah sebesar 1,5 juta ton per tahun apabila hasil panen dikalikan lima kali lipat dari kondisi sebelumnya.
Pembangunan Infrastruktur Air dan Air Bersih
Selain pengairan lahan pertanian, TNI juga aktif membangun infrastruktur pendukung ketersediaan air bersih. Salah satu proyek utama adalah pembangunan jaringan pipanisasi sepanjang 15 kilometer di Pulau Bawean dan proyek serupa di Samosir yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
Dalam hal penyediaan air bersih, TNI telah membangun total 10.912 titik air bersih dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2026 saja, sejak Januari hingga Agustus, sebanyak 3.000 titik air bersih berhasil diselesaikan berkat dukungan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Dampak dan Signifikansi Program
Transformasi lahan tadah hujan menjadi lahan yang dapat panen tiga kali setahun memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan nasional. Dengan peningkatan produktivitas lahan, diharapkan kebutuhan gabah dan beras dalam negeri dapat terpenuhi lebih baik, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Langkah TNI dalam pembangunan infrastruktur pengairan dan air bersih juga mendukung keberlanjutan pertanian dan kualitas hidup masyarakat di daerah-daerah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












