Pasar Tani Road Show Aceh Barat Catat Omzet Rp198 Juta, Strategi Pemerintah Tekan Inflasi
Rangkaian Kegiatan Pasar Tani di Aceh Barat
Plat Merah – Pada 8 Juli 2026, Road Show Pasar Tani Aceh di Kabupaten Aceh Barat mencatat transaksi hampir Rp200 juta, melampaui target Rp140 juta di event serupa tahun lalu. Kegiatan ini merupakan upaya kedua di wilayah tersebut dalam program tahunan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh.
| Tanggal | Wilayah | Omzet Terkumpul | Jumlah Peserta |
|---|---|---|---|
| 15 Mei 2025 | Meulaboh | Rp140 juta | 150 petani |
| 8 Juli 2026 | Meulaboh | Rp198 juta | 210 petani |
| 12 Agustus 2026 | Meulaboh | Menunggu laporan | 250 peserta |
Kolaborasi Multi-Instansi untuk Stabilkan Harga Pangan
Ketua Tim Benih dan Perlindungan Tanaman Hortikultura Distanbun Aceh, Raudhah, menjelaskan keberhasilan ini didukung kolaborasi 7 instansi termasuk:
- Dinas Pertanian Kabupaten/Kota
- Dinas Perindustrian dan Perdagangan
- Bulog
- Dinas Pangan
- Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
- Dinas Peternakan
- Koperasi UMKM
Sistem harga terjangkau diterapkan dengan survei pasar 3 hari sebelum kegiatan. Contoh perbandingan harga:
| Komoditas | Harga Pasar (2026) | Harga Pasar Tani | Selisih |
|---|---|---|---|
| Cabai | Rp45.000/kg | Rp43.000/kg | Rp2.000/kg |
| Bawang Merah | Rp40.000/kg | Rp38.000/kg | Rp2.000/kg |
| Telur | Rp46.500/papan | Rp38.000/papan | Rp8.500/papan |
| Gas 3kg | Rp22.000/tabung | Rp18.000/tabung | Rp4.000/tabung |
Program ini menciptakan 450 paket pasar murah seharga Rp220.000/paket, mengandung:
- Beras 10kg
- Gula 2kg
- Minyak goreng 2L
- 1 papan telur
Dampak Ekonomi dan Sosial
Kegiatan ini memberi manfaat ganda:
- Mengurangi tekanan inflasi komoditas hortikultura di Aceh dari 4,2% ke 2,8% sejak 2025
- Meningkatkan pendapatan petani dengan harga jual stabil
- Menyerap tenaga kerja lokal untuk pengelolaan pasar
- Membangun jaringan distribusi pangan strategis
“Selain harga lebih murah, kami juga menjamin kualitas produk melalui sertifikasi mutu,” kata Raudhah. Tantangan terbesar terjadi saat hujan deras malam sebelum acara menghalangi 15% pendaftar, tetapi antusiasme masyarakat tetap tinggi dengan 5.800 pengunjung.
Rencana Ekspansi Pasar Tani di Aceh
Program ini akan diperluas dengan:
- Peningkatan frekuensi dari 2x/tahun ke 4x/tahun mulai 2027
- Ekspansi ke 15 kabupaten/kota di Aceh
- Pengembangan platform digital untuk transaksi non-tunai
- Program pelatihan manajemen usaha bagi petani
Implikasi Nasional
Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Aceh, Budi Santoso, mengatakan program ini menjadi model nasional untuk penekanan inflasi. “Dengan mempertahankan margin keuntungan petani sebesar 15-20%, kami berhasil menjaga stabilitas harga pangan di pasar tradisional,” katanya.
Angka-angka ini menjadi dasar kebijakan Kementerian Pertanian dalam penyusunan APBN 2027, yang menyiapkan anggaran Rp1,2 triliun untuk program serupa di seluruh Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











