Buleleng Percepat PSN: 148 Koperasi Merah Putih Dorong Perekonomian Desa Menuju Ketahanan Nasional
Komitmen Buleleng dalam Implementasi PSN
Plat Merah – Singaraja, Bali – Kabupaten Buleleng menunjukkan komitmen luar biasa dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN) melalui pengembangan koperasi desa-kelurahan Merah Putih. Hingga Juli 2026, 148 koperasi telah terbentuk dan mulai memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal. Rakor yang dipimpin Gubernur Bali, Wayan Koster, pada 6 Juli 2026 menjadi momentum penting dalam percepatan implementasi keempat Program Strategis Nasional, termasuk digitalisasi bantuan sosial, program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, dan koperasi Merah Putih.
Kronologi Perkembangan Koperasi Merah Putih
| Tahun | Capaian Koperasi | Gerai yang Dibangun |
|---|---|---|
| 2025 | 134 koperasi telah melaksanakan RAT | 0 gerai |
| 2026 | 148 koperasi terbentuk, 32 aktif beroperasi | 10 gerai selesai, 3 penyelesaian |
| 2026 (Agustus) | Target 148 koperasi beroperasi penuh | 23 gerai rampung |
Pendekatan Holistik dalam Pengembangan Koperasi
Kepala Dinas Dagperinkop UKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, menyampaikan bahwa pihaknya menerapkan pendekatan holistik dalam pembinaan koperasi. “Kami tidak hanya fokus pada jumlah, tetapi juga pada kualitas lembaga. 90,54 persen dari 148 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), menunjukkan keberlanjutan institusi ini,” jelasnya.
Strategi Penguatan Koperasi
- Pendampingan teknis: Pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran
- Dukungan akses pembiayaan: Kerja sama dengan bank BUMN untuk modal usaha
- Penguatan kemitraan: Kolaborasi antar koperasi untuk optimasi skala usaha
- Pengembangan sumber daya manusia: Pelatihan kekoperasian bagi anggota
Dampak Ekonomi dan Sosial
Program ini telah membuka peluang baru bagi masyarakat Buleleng. Dengan fokus pada ekonomi desa, koperasi Merah Putih berperan sebagai:
- Pelaku usaha mikro: Mendorong perekonomian lokal melalui produk unggulan daerah
- Akses layanan keuangan: Memberikan akses kredit bagi pedagang kecil
- Stabilisator harga: Membatasi kenaikan harga barang kebutuhan pokok
- Penggerak UMKM: Menciptakan 1.200 peluang kerja baru di 148 desa
Tantangan dan Peluang
Menurut analisis Bank Indonesia Cabang Singaraja, terdapat tantangan utama dalam implementasi program ini:
- Minimnya keterampilan manajerial pengelola koperasi
- Keterbatasan akses pasar untuk produk lokal
- Ketergantungan pada subsidi awal
Sebaliknya, peluang yang terbuka meliputi pengembangan ekosistem digital melalui e-commerce berbasis koperasi, serta pemanfaatan kebijakan Pemerintah Pusat untuk pengembangan destinasi wisata desa.
Proyeksi Jangka Panjang
Menurut rencana strategis 2026-2028, Kabupaten Buleleng bermaksud:
- Meningkatkan keterlibatan perempuan dalam manajemen koperasi dari 45% ke 60%
- Menurunkan ketergantungan pada impor dengan mendorong produktivitas pertanian
- Membangun 50 unit gerai koperasi di daerah rawan pangan
- Meningkatkan kontribusi koperasi terhadap PDRB Buleleng dari 12% ke 18%
Langkah percepatan PSN ini menunjukkan komitmen Buleleng untuk menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi nasional, sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, program ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi desa di seluruh Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












