Modifikasi Cuaca Pemadaman Kebakaran Bromo Paling Cepat Bisa Dilakukan 10 Hari Lagi
PlatMerah.com, Jawa Timur – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, menghadapi tantangan karena Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum bisa dilaksanakan setidaknya dalam 10 hari ke depan. Hal ini disebabkan belum terbentuknya awan konvektif yang menjadi syarat pelaksanaan OMC.
Fakta Utama Kebakaran dan Pemadaman
Kebakaran yang terjadi sejak tanggal 4 Agustus 2026 telah meluas hingga mencapai 530 hektar di kawasan TNBTS. Tim gabungan dari BNPB, BMKG, TNI AU, dan Balai Besar TNBTS terus melakukan upaya pemadaman dengan mengandalkan water bombing dan pasukan darat. Sampai saat ini, telah dilakukan 30 kali water bombing, namun kondisi medan yang sulit, angin kencang, dan kelembapan rendah membuat api masih sulit dikendalikan.
Kendala Modifikasi Cuaca
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, menjelaskan bahwa menurut BMKG, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca minimal membutuhkan keberadaan awan konvektif yang sampai saat ini belum terbentuk. Oleh karena itu, OMC belum bisa dilakukan paling cepat dalam 10 hari ke depan.
Konteks dan Dampak Kebakaran
Kebakaran yang terjadi ini sangat memengaruhi kelestarian kawasan konservasi dan aktivitas masyarakat sekitar. Situasi genting ini memaksa Balai Besar TNBTS untuk menutup total akses wisata Gunung Bromo sejak Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB. Penutupan berlaku di lima pintu masuk utama yaitu Cemorolawang (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Malang), serta Senduro (Lumajang).
Strategi Pemadaman yang Dijalankan
- Water Bombing: Dilakukan sebanyak 30 kali untuk menjangkau area yang sulit diakses pasukan darat.
- Pasukan Darat: Terus melakukan pemadaman secara langsung di lapangan meski menghadapi medan yang berat.
Gabungan strategi ini dilakukan untuk mengendalikan api hingga kondisi cuaca memungkinkan pelaksanaan OMC yang dapat memicu hujan dan mempercepat pemadaman.
Perkembangan dan Pemantauan
Pendataan luas area terdampak masih terus dilakukan oleh Balai Besar TNBTS dengan estimasi mencapai 520-530 hektar. Upaya pengendalian kebakaran akan terus dipantau dan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan medan di lapangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










